JurnalPatroliNews – Jakarta – Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden tragis yang menimpa seorang pria berinisial DM di Pasar Grogol, Jakarta Barat.
Warga Palmerah tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan dan diduga kuat dilempar dari lantai dua bangunan pasar tersebut saat mencoba melerai keributan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan bersama-sama tersebut.
Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai korban yang sengaja dilempar dari lantai dua, Budi menegaskan bahwa poin tersebut sejauh ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan oleh tim penyidik di lapangan.
Kronologi Kejadian dan Upaya Medis Peristiwa pemukulan secara brutal ini diketahui terjadi pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Berdasarkan keterangan awal, korban DM mengalami penganiayaan di kawasan Weston atau kompleks Pasar Grogol.
Setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat terjatuh ke lantai dasar, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis darurat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa insiden bermula dari sebuah keributan antar-perempuan yang melibatkan kekasih korban.
Perselisihan tersebut kemudian terus merembet dan berlanjut hingga ke area lantai dua Pasar Grogol. Saat DM mencoba masuk ke tengah keributan untuk melerai dan melindungi pacarnya, ia justru berbalik menjadi sasaran kemarahan kelompok lain.
Penyelidikan Polsek Grogol Petamburan Kasus pidana ini kini telah dilaporkan secara resmi dan ditangani oleh jajaran Polsek Grogol Petamburan.
Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah hukum standar di antaranya melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi, serta memeriksa seluruh rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat.
Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat ke publik setelah rekaman video kondisi korban di rumah sakit diunggah oleh akun Instagram @balewartawanjakpus10 dan viral di media sosial.
Dalam narasi video yang beredar, korban disebut-sebut dikeroyok oleh sekelompok remaja yang diperkirakan berjumlah lebih dari 15 orang.
Aksi kekerasan tersebut bahkan dikabarkan tetap berlanjut berupa pemukulan dan penginjakan meskipun korban sudah dalam posisi terjatuh di lantai dasar pasar.














