Kemenhan Rusia Klaim Berhasil Cegat 556 Drone Milik Ukraina dalam Operasi Sembilan Jam

JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi konflik bersenjata di Eropa Timur kembali memanas secara drastis setelah pihak militer Ukraina meluncurkan gelombang serangan udara masif yang melibatkan lebih dari 550 unit pesawat tanpa awak atau drone ke sejumlah teritorial wilayah di Rusia.

Serangan udara berskala besar ini turut menyasar wilayah ibu kota Moskow dan tercatat menjadi salah satu operasi serangan udara terbesar yang pernah diluncurkan oleh Ukraina sejak awal mula pecahnya perang antara kedua negara tersebut. Insiden gempuran udara ini dilaporkan telah merenggut korban jiwa dengan sedikitnya empat orang dinyatakan tewas.

Melansir laporan dari ABC News, pihak Kementerian Pertahanan Rusia memberikan konfirmasi bahwa jajaran sistem pertahanan udara mereka setidaknya telah berhasil mencegat serta menghancurkan sebanyak 556 unit drone milik Ukraina dalam kurun waktu operasi selama sembilan jam hingga Minggu dini hari.

Tidak berhenti sampai di sana, pergerakan sekitar 30 unit drone tambahan dari pasukan Ukraina kembali dilaporkan berhasil ditembak jatuh oleh militer Rusia dalam jangka waktu dua jam berikutnya.

Meskipun otoritas pertahanan Rusia mengklaim banyak melakukan penghancuran terhadap armada drone tersebut, gempuran udara yang menyasar lebih dari belasan wilayah di Rusia ini tetap menimbulkan dampak kerusakan dan korban jiwa, khususnya di kawasan sekitar Moskow.

Pemerintah daerah Moskow pada awalnya merilis data resmi yang menyebutkan sedikitnya ada tiga warga yang tewas serta sekitar 12 orang lainnya menderita luka-luka akibat insiden tersebut.

Kendati demikian, laporan terbaru dari kantor berita Reuters menyebutkan bahwa akumulasi jumlah korban meninggal dunia pasca-serangan kini telah meningkat menjadi empat orang.

Aksi Balasan Atas Gempuran Rudal Rusia Merespons jalannya operasi udara besar-besaran tersebut, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan pernyataan resmi bahwa rentetan serangan drone jarak jauh tersebut merupakan bentuk tindakan balasan yang setimpal atas aksi gempuran drone dan rudal militer Rusia yang tanpa henti membombardir kota-kota di Ukraina dalam beberapa waktu belakangan ini.

Melalui sebuah unggahan di media sosial pribadinya, Zelensky menegaskan bahwa jangkauan serangan jarak jauh dari militer Ukraina kali ini sengaja dirancang untuk bisa mencapai teritorial Moskow. Langkah tegas ini diambil untuk mengirimkan pesan yang sangat jelas dan kuat kepada pihak Kremlin agar Rusia segera mengambil keputusan untuk mengakhiri perang.

Ia juga menyatakan secara lantang bahwa keputusan Ukraina mengeksekusi serangan ke wilayah kedaulatan Rusia merupakan suatu tindakan hukum yang sepenuhnya dibenarkan.

Lebih lanjut, pemimpin tertinggi Ukraina tersebut memastikan bahwa seluruh pabrik serta produsen drone dan rudal dalam negeri Ukraina akan terus bekerja secara produktif untuk memasok kebutuhan perang.

Sebagai pembanding atas aksi ofensif negaranya, Zelensky membeberkan data bahwa hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir saja, pihak militer Rusia tercatat telah meluncurkan lebih dari 3.170 unit drone serang, menyuplai lebih dari 1.300 unit bom udara berpemandu, serta melepaskan sebanyak 74 rudal berbahaya ke berbagai zona pemukiman di wilayah Ukraina.