JurnalPatroliNews – Jakarta – Dinamika geopolitik di kawasan Asia Timur tampaknya akan mengalami pergerakan signifikan dalam waktu dekat.
Presiden China, Xi Jinping, dilaporkan tengah mematangkan rencana untuk melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Korea Utara pada pekan depan.
Kabar mengenai rencana lawatan tingkat tinggi ini pertama kali diembuskan oleh kantor berita terkemuka asal Korea Selatan, Yonhap News Agency, pada Rabu (20/5).
Manifes draf informasi tersebut bersumber dari keterangan seorang pejabat tinggi di internal pemerintahan Korea Selatan.
Indikasi kuat mengenai kepastian kunjungan ini juga diperkuat oleh draf laporan dari sumber sekunder lain yang mengungkapkan bahwa tim keamanan serta tim protokol kepresidenan China saat ini sudah mendarat dan berada di Pyongyang untuk melakukan sterilisasi tempat.
Kendati demikian, hingga saat ini otoritas kedua negara belum merilis lembaran tanggal pasti mengenai kapan agenda tatap muka bilateral tersebut akan diwujudkan secara formal.
Namun, berdasarkan kalkulasi draf estimasi di lapangan, kunjungan diplomatik Xi Jinping diperkirakan bakal berlangsung pada momentum akhir Mei atau awal Juni mendatang.
Presiden Xi Jinping yang baru saja merampungkan agenda pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan lalu, dilaporkan akan berupaya mengambil peran strategis sebagai mediator atau jembatan komunikasi politik antara Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. Keterangan tersebut disuarakan oleh pejabat Korea Selatan sebagaimana dikutip dari laporan Reuters.
Misi Penguatan Aliansi dan Rekam Jejak Negosiasi Nuklir Sebagaimana diketahui dalam catatan hubungan internasional, China merupakan sekutu kunci paling krusial bagi Korea Utara, baik di dalam koridor konvensional politik maupun sektor penyokong ekonomi.
Melalui momentum kunjungan ini, kedua belah pihak diproyeksikan berupaya keras untuk kembali mempererat dan memperkuat rajutan hubungan bilateral mereka, yang sempat dilaporkan mengalami kerenggangan akibat dampak penutupan wilayah semasa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
Pada perhelatan tahun lalu, Kim Jong-un tercatat sempat melakukan lawatan diplomatik ke Beijing. Dalam kunjungan tersebut, Kim hadir bersama Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto guna menghadiri langsung agenda parade militer skala besar yang digelar oleh pemerintah China.
Di sisi lain, figur Donald Trump sejak menduduki kursi kepemimpinan sebagai Presiden Amerika Serikat tercatat sudah melangsungkan pertemuan tatap muka sebanyak tiga kali dengan Kim Jong-un.
Rangkaian pertemuan bersejarah tersebut sengaja digelar demi membahas draf negosiasi pelik seputar program pembatasan senjata nuklir milik Korea Utara.
Belum lama ini, Trump juga kembali melayangkan pernyataan terbuka ke ruang publik bahwa dirinya sangat siap dan terbuka untuk menggelar pertemuan lanjutan dengan Kim Jong-un.
Ia mengklaim sampai saat ini masih memelihara jalinan komunikasi dan hubungan personal yang sangat baik dengan pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut, sehingga lawatan Xi Jinping pekan depan dinilai menjadi momentum yang sangat pas.













