JurnalPatroliNews – Makassar -Sebuah peristiwa kejahatan yang sangat keji melanda Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, setelah seorang anak perempuan berusia dua belas tahun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa
Korban yang diketahui masih berstatus sebagai siswi kelas tiga Sekolah Dasar tersebut ditemukan oleh warga di dalam sebuah rumah kosong yang sudah lama terbengkalai
Kepala Kepolisian Sektor Tallo, AKP Asfada, mengonfirmasi bahwa jasad korban pertama kali ditemukan di kawasan Jalan Sultan Abdullah Satu, Kecamatan Tallo, pada Rabu subuh tadi
Otoritas kepolisian langsung bergerak menuju lokasi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan darurat dari masyarakat sekitar pukul lima pagi
Saat melakukan olah TKP, petugas menemukan tubuh korban dalam kondisi yang sangat mengenaskan tanpa sehelai benang pun di dalam ruangan toilet rumah tua tersebut
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jajaran penyidik langsung memeriksa sejumlah saksi mata dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses visum serta autopsi
Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, pihak orang tua korban rupanya sempat melakukan pencarian besar-besaran karena sang anak tidak kunjung pulang hingga larut malam
Ayah korban, Syarifuddin, mengisahkan bahwa dirinya yang baru saja pulang bekerja sebagai pengemudi ojek daring langsung meminta istri dan anak sulungnya mencari korban karena belum kembali hingga pukul sepuluh malam
Pencarian mandiri yang melibatkan bantuan dari warga sekitar pemukiman tersebut sempat buntu dan tidak membuahkan hasil sama sekali
Titik terang baru muncul pada waktu subuh saat jemaah masjid tengah mengaji usai ibadah salat Subuh, di mana sekelompok anak muda melaporkan adanya penemuan sesosok mayat
Syarifuddin meratapi kondisi putrinya yang tidak hanya kehilangan nyawa, melainkan juga menderita sejumlah luka sayatan tajam di bagian pergelangan tangan yang diduga sengaja dibuat pelaku untuk menghilangkan jejak
Pelaku Merupakan Tetangga Sendiri dan Mengaku Lakukan Aksi Pemerkosaan
Tabir misteri kematian bocah malang tersebut akhirnya berhasil disingkap oleh aparat kepolisian setelah menangkap pelaku yang ternyata merupakan tetangga korban sendiri bernama Ikmal
Pemuda berusia sembilan belas tahun tersebut diringkus tanpa perlawanan oleh petugas di rumah kediamannya yang posisinya tidak jauh dari lokasi penemuan jasad korban
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, melayangkan rasa belasungkawa yang mendalam atas nasib malang korban sekaligus mengutuk tindakan biadab yang dilakukan oleh tersangka
Arya membeberkan fakta memilukan bahwa aksi pembunuhan berencana tersebut didahului dengan tindakan kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap korban
Di hadapan tim penyidik kepolisian, tersangka Ikmal telah mengakui seluruh perbuatan kriminalnya secara terbuka tanpa bisa mengelak lagi
Runtutan aksi biadab tersebut bermula saat pelaku keluar rumah dengan maksud untuk menyewa telepon genggam, namun di tengah jalan dirinya justru berpapasan dengan korban
Pelaku kemudian melancarkan siasat dengan memberikan sejumlah uang kepada korban agar bersedia pergi membeli makanan ringan serta air mineral
Segera setelah korban menuruti permintaannya, pelaku langsung menggiring anak perempuan di bawah umur tersebut masuk ke dalam bangunan rumah kosong
Di dalam ruangan pengap itulah tersangka melancarkan aksi jahatnya termasuk membekap mulut korban dengan rapat karena sempat melayangkan teriakan meminta pertolongan
Tidak hanya membekap, pemuda pengangguran tersebut juga tega menganiaya korban secara fisik dengan membenturkan kepalanya ke tembok bata hingga tidak sadarkan diri
Guna memastikan korban tidak melawan, pergelangan tangan bocah tersebut juga ditusuk dan diiris menggunakan paku payung hingga kondisinya benar-benar pingsan
Kombes Arya menjelaskan bahwa dalam keadaan korban yang sudah tidak berdaya dan pingsan itulah pelaku tega melampiaskan nafsu bejatnya
Usai melampiaskan hasratnya, tersangka langsung melenggang pergi meninggalkan tubuh korban dalam posisi terlentang tanpa busana di lantai toilet
Guna menyamarkan keberadaan jasad, pelaku sempat menutupi lembaran tubuh korban menggunakan selembar plastik bekas serta kain penutup televisi tua
Berdasarkan hasil interogasi mendalam, tersangka mengaku sudah lama mengamati gerak-gerik korban serta mempelajari situasi lingkungan sekitar untuk mencari kelengahan
Saat ini tersangka Ikmal telah resmi dijebloskan ke dalam ruang tahanan Mapolrestabes Makassar guna menjalani rangkaian proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatan pidananya









