JurnalPatroliNews – Surabaya – Manajemen SMA Labschool Unesa Satu Surabaya kembali menunjukkan komitmen mutakhirnya dalam upaya melestarikan sekaligus menggaungkan eksistensi budaya asli Indonesia ke panggung dunia internasional
Langkah pelestarian bernilai luhur tersebut diwujudkan secara nyata lewat sirkulasi kegiatan pengenalan alat musik tradisional gamelan yang melibatkan seorang peserta pertukaran pelajar internasional
Gebrakan budaya tersebut menggandeng salah satu peserta program American Field Service atau AFS yang berasal dari negara Italia bernama Alissia Scisci
Dalam berbagai panggung kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh internal sekolah maupun di lingkungan Universitas Negeri Surabaya, Alissia dilaporkan sukses menunjukkan kemahirannya
Gadis asal benua Eropa tersebut kedapatan mampu memainkan instrumen alat musik gamelan secara harmonis berkolaborasi dengan barisan siswa-siswi SMA Labschool Unesa Satu Surabaya
Rangkaian kolaborasi seni musik tradisional Jawa ini dinilai berhasil menciptakan sebuah ruang atmosfer pembelajaran lintas budaya yang sangat inspiratif serta dipenuhi oleh rasa antusiasme tinggi
Aktivitas ini sekaligus bertindak sebagai instrumen program cultural exchange strategis yang mempertemukan corak kebudayaan lokal Indonesia dengan wawasan internasional lewat media seni musik
Secara teknis di lapangan, Alissia mulai diperkenalkan secara mendalam dengan berbagai jenis instrumen pembentuk draf gamelan seperti saron, bonang, gong, hingga kendang
Dirinya juga diajak untuk mempraktikkan langsung teknik tabuhan dasar bersama para siswa di sekolah dalam kegiatan budaya yang bergulir pada hari Jumat tanggal dua puluh dua Mei dua ribu dua puluh enam
Berkat adanya suntikan semangat belajar yang tinggi, siswi asing tersebut mampu menyerap teknik dasar hingga mahir melantunkan irama gamelan yang selaras dalam berbagai kesempatan
Nilai Filosofi Budaya Jawa Hingga Misi Pembentukan Generasi Berwawasan Global
Suasana jalannya aktivitas pembelajaran kebudayaan nusantara tersebut terpantau berlangsung dengan sangat hangat, interaktif, serta diselimuti atmosfer kebersamaan yang kental
Tidak sebatas belajar memukul instrumen fisik semata, Alissia dikabarkan juga ikut mendalami nilai filosofi, esensi kebudayaan, serta makna kebersamaan yang terkandung di dalam seni gamelan Jawa
Kehadiran dari pelajar asal Italia ini menjadi bukti otentik di lapangan bahwa produk budaya tradisional Indonesia memiliki daya pikat magnetis yang kuat untuk diapresiasi di tingkat global
Kepala SMA Labschool Unesa Satu Surabaya, Dewi Purwanti S Pd M Pd, melayangkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap animo besar yang ditunjukkan oleh peserta AFS tersebut
Dewi meluapkan rasa bangganya lantaran warisan seni gamelan kini dapat dikenal secara lebih luas dan menembus sekat internasional melalui perantara institusi pendidikan yang dipimpinnya
Pihak sekolah menilai semangat belajar dari Alissia sangat luar biasa karena mampu beradaptasi cepat dalam memainkan alat musik tradisional Jawa dengan sangat baik di berbagai acara
Rasa bangga yang senada juga diletupkan oleh Guru Bahasa Jawa SMA Labschool Unesa Satu Surabaya, Mela Yunitasari S Pd M Pd, yang mengawal langsung proses adat istiadat sang murid
Mela melihat Alissia sangat cepat menangkap esensi teknik permainan di mana hal tersebut membuktikan bahwa nilai seni Indonesia sangat mudah diterima oleh masyarakat internasional
Sementara itu, Alissia Scisci mengaku sangat bahagia dan merasa terhormat karena diberikan ruang kesempatan emas untuk mencecap langsung keindahan budaya Jawa di Surabaya
Remaja putri tersebut menilai alunan musik tradisional Indonesia sangat indah serta unik, sehingga menempatkan petualangan budaya ini sebagai pengalaman terbaiknya selama menetap di tanah air
Melalui konsistensi program ini, SMA Labschool Unesa Satu Surabaya berkomitmen kuat untuk terus menyuguhkan sistem pembelajaran berbasis kebudayaan lokal dikombinasikan dengan kurikulum internasional
Langkah strategis ini dipertahankan demi mencetak embrio generasi muda bangsa yang memiliki rasa cinta mendalam terhadap budaya daerah namun tetap mengantongi wawasan global yang luas









Komentar