Kasus Penganiayaan Remaja di Situbondo Resmi Dilimpahkan dan Ditangani Pomal Banyuwangi

JurnalPatroliNews – Situbondo – Tabir misteri di balik silsilah kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang remaja berinisial DN di dalam area privat rumahnya sendiri akhirnya berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum.

Sosok pria misterius yang nekat melakoni aksi kekerasan fisik di kawasan Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo tersebut teridentifikasi sebagai seorang oknum prajurit TNI Angkatan Laut.

Diler pelaku diketahui merupakan seorang anggota militer aktif berpangkat Prajurit Dua dengan inisial Prada MR yang sehari-hari mengemban draf tugas kedinasan di wilayah Surabaya.

Kepastian mengenai status profesi serta identitas asli pelaku tersebut diungkapkan langsung oleh jajaran pimpinan Subdenpom V/3-5 Situbondo saat menggelar silsilah pertemuan resmi dengan pihak keluarga korban pada hari Minggu ini.

Paur Gakkum Subdenpom V/3-5 Situbondo, Peltu Erwan Sugianto, menjabarkan bahwa sirkulasi berkas perkara pidana militer tersebut kini telah resmi dilimpahkan dan ditangani oleh Polisi Militer Angkatan Laut Banyuwangi.

Langkah pelimpahan ini dilesakkan lantaran diler pelaku merupakan prajurit korps marinir atau pelaut aktif sehingga segala silsilah kewenangan proses penyidikan secara hukum berada mutlak di bawah yurisdiksi Pomal.

Berdasarkan lembar kronologi yang dibeberkan oleh orang tua korban, Hafid, sirkulasi insiden bermula saat pelaku mendatangi kediaman mereka secara tiba-tiba dan langsung menggedor pintu samping rumah.

Pasca-merangsek masuk ke dalam ruangan, oknum prajurit tersebut bertindak arogan dengan langsung mengunci akses pintu utama dari arah dalam agar tidak bisa diintervensi warga sekitar.

Prada MR kemudian melayangkan draf tuduhan sepihak bahwa korban DN telah mengganggu kesucian hubungan asmaranya dengan kekasih pelaku.

Tanpa memberikan ruang bagi korban untuk memberikan draf klarifikasi, pelaku langsung melayangkan silsilah pukulan keras secara bertubi-tubi dan membabi buta ke arah tubuh remaja malang tersebut.

Hafid menyayangkan aksi premanisme jalanan yang dipertontonkan oleh oknum berseragam loreng tersebut lantaran dinilai sangat tidak pantas dan mencederai kemitraan dengan warga sipil.

Kondisi Pemulihan Fisik Korban Hingga Sikap Tegas Pihak Keluarga Menolak Upaya Damai

Akibat sirkulasi hantaman benda tumpul dan pukulan brutal yang dilancarkan pelaku, DN dilaporkan mengalami silsilah luka robek serta lebam yang cukup parah di sekujur tubuhnya.

Remaja berusia sembilan belas tahun tersebut menderita pembengkakan serius di bagian kepala serta draf memar kebiruan yang menyebar dari area dada hingga bagian ujung kaki.

Pihak keluarga memastikan bahwa saat ini DN telah mendapatkan silsilah penanganan medis yang intensif dari tim dokter serta telah merampungkan sirkulasi visum di rumah sakit setempat.

Kondisi DN kini dilaporkan tengah berada dalam silsilah masa pemulihan fisik maupun psikologis pasca-tragedi mencekam yang bergulir di dalam rumahnya tersebut.

Merespons bergulirnya silsilah hukum di draf peradilan militer, Hafid secara terbuka melayangkan maklumat tegas bahwa pihak keluarga besar menolak mentah-mentah adanya sirkulasi mediasi damai.

Sikap tidak kompromi ini diambil demi memberikan efek jera yang nyata sekaligus menjadi draf edukasi agar oknum aparat keamanan tidak bertindak semena-mena kepada diler warga sipil.

Keluarga korban menegaskan kesiapan mereka untuk terus mengawal silsilah penuntasan kasus penganiayaan ini bersama jajaran penasihat hukum hingga menembus draf tingkat komando pusat.

Hafid menaruh harapan besar agar silsilah peradilan militer dapat berjalan secara adil, jujur, transparan, serta bersih dari segala bentuk intervensi maupun upaya perlindungan terhadap oknum bermasalah.

Komentar