JurnalPatroliNews – Tangerang – Jajaran Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota, bakal melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap MA, pelaku penusukan seorang perawat di klinik gigi.
Langkah pemeriksaan medis tersebut diambil oleh pihak kepolisian guna memastikan kondisi psikologis dari pelaku secara akurat.
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabiin, mengonfirmasi rencana pengecekan kondisi kejiwaan kejiwaan tersebut kepada awak media pada Selasa kemarin.
Selain memeriksa aspek psikologis pelaku, unit penyidik juga terus melakukan pendalaman intensif guna mengungkap motif utama di balik aksi penganiayaan tersebut.
Hingga saat ini, proses pemeriksaan perkara masih berjalan sementara korban penusukan dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan data kepolisian, korban penusukan diidentifikasi berinisial VS alias Vero yang sehari-hari bertugas sebagai perawat di fasilitas medis tersebut.
Korban menderita luka tusuk serius di beberapa bagian tubuhnya, yang meliputi area tangan, punggung, hingga bagian perut.
Aksi penusukan brutal tersebut diketahui dilakukan secara tiba-tiba oleh salah seorang pasien klinik yang berinisial MA.
Kronologi Penganiayaan Usai Tindakan Medis di Area Kamar Mandi
Peristiwa pidana ini bermula saat pelaku MA mendatangi klinik gigi yang berlokasi di Jalan Raya Regency, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Pelaku yang tercatat tengah menjalani pengobatan rawat jalan tersebut datang ke lokasi dengan maksud untuk membersihkan karang gigi.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa berdasarkan penelusuran latar belakang, pelaku MA diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan skizofrenia.
Sesaat setelah seluruh tindakan medis pembersihan gigi selesai dilakukan, pelaku kemudian meminta izin kepada petugas untuk menggunakan fasilitas toilet klinik.
Melihat hal itu, korban VS kemudian berinisiatif mengantarkan pasien tersebut menuju kamar mandi yang berada di area dalam klinik.
Petaka terjadi ketika pelaku selesai dari kamar mandi dan langsung memanggil korban kembali dengan dalih ada hal penting yang hendak dibicarakan.
Begitu korban melangkah mendekat, pelaku MA secara mendadak mengeluarkan sebilah pisau dari dalam tasnya dan langsung menusuk tubuh korban berulang kali.












