JurnalPatroliNews – Asahan – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah kapal ikan KM Mitra Jaya tenggelam di Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026) malam. Dari total 23 anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal, sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Operasi penyelamatan dilakukan oleh personel Pos Binpotmar Kualuh Leidong Posal Berombang di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan (TBA) setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Mitra Jaya yang dinakhodai Kahwi berangkat dari Tangkahan Tanjung Leidong menuju Perairan Tanjung Api pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pukat teri.
Namun, saat beroperasi di laut, kapal mengalami kebocoran pada bagian buritan sekitar pukul 19.00 WIB. Salah seorang ABK yang selamat, Mul, mengungkapkan bahwa seluruh kru sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan mengoperasikan pompa Alkon guna menguras air yang terus masuk ke dalam lambung kapal.
Meski demikian, derasnya air yang masuk membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Dalam waktu sekitar 15 menit, kapal akhirnya tenggelam.
“Seluruh ABK berusaha menguras air yang masuk ke kapal, namun kebocoran semakin parah hingga kapal akhirnya karam,” ujar Mul.
Dari 23 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 21 ABK berhasil dievakuasi dan telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi selamat. Sementara dua orang lainnya masih belum ditemukan.
Kedua korban yang masih hilang masing-masing adalah Kahwi (60), nahkoda KM Mitra Jaya, dan Jamil (47), ABK kapal. Keduanya diketahui merupakan warga Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Hingga Rabu (3/6/2026), operasi pencarian masih terus berlangsung. Personel Lanal TBA bersama unsur Polairud Leidong, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KPLP) Leidong, serta nelayan setempat dikerahkan untuk menyisir lokasi tenggelamnya kapal.
Selain itu, Lanal TBA juga telah berkoordinasi dengan tim Pos SAR Tanjungbalai Asahan guna memperkuat operasi pencarian dan memperluas area penyisiran.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki serta bersinergi dengan berbagai instansi terkait guna mempercepat proses pencarian terhadap dua korban yang masih hilang.
Selain melakukan operasi penyelamatan, TNI AL juga memastikan akan memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan bagi para korban maupun keluarga yang terdampak musibah tersebut.













Komentar