JurnalPatroliNews – WASHINGTON – Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) mengumumkan telah memberikan izin kepada 36 kapal bantuan kemanusiaan untuk melintasi Selat Hormuz di tengah berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Kebijakan tersebut diterapkan di saat blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlangsung dan upaya negosiasi antara Washington dan Teheran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, CENTCOM memaparkan sejumlah hasil operasi maritim yang dilakukan hingga 4 Juni 2026.
“Hingga 4 Juni, pasukan AS telah mengalihkan 127 kapal komersial, menonaktifkan 6 kapal yang tidak patuh, dan mengizinkan 36 kapal yang mendukung bantuan kemanusiaan untuk lewat,” tulis CENTCOM, dikutip Jumat (5/6/2026).
Selain membuka akses bagi kapal-kapal kemanusiaan, operasi yang dijalankan Angkatan Laut AS juga disebut telah mengalihkan rute 127 kapal komersial dan menghentikan aktivitas enam kapal yang dianggap tidak mematuhi ketentuan selama operasi berlangsung.
Situasi di perairan Teluk masih diwarnai ketidakpastian setelah serangkaian perundingan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz beberapa kali mengalami kebuntuan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah menuju pasar internasional. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah tersebut kerap memicu gejolak harga energi global.
Sejumlah laporan menyebut Teheran memberlakukan biaya hingga 2 juta dolar AS sebagai jaminan keamanan bagi kapal yang melintasi selat tersebut. Sementara itu, Amerika Serikat tetap mempertahankan embargo laut yang berdampak pada aktivitas ekspor minyak Iran.
Di tengah meningkatnya pembatasan tersebut, data dari perusahaan pelacak maritim Kpler menunjukkan bahwa sedikitnya empat kapal tanker berbendera Iran berhasil melintasi Selat Hormuz.
Keempat kapal tersebut masing-masing bernama Hilda I, Amber, Silvia 1, dan Happiness I.
Menurut Kpler, kapal-kapal tersebut mengangkut total sekitar 7 juta barel minyak yang dimuat dari Pulau Kharg pada pertengahan April lalu.
Data tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas ekspor minyak Iran masih berlangsung meskipun tekanan ekonomi dan pembatasan pelayaran di kawasan Teluk terus meningkat. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik dan perdagangan energi global di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.















Komentar