AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran, Bidik Jaringan Penyelundupan LPG dan Perbankan Bayangan


JurnalPatroliNews – WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan jaringan penyelundupan gas minyak cair (LPG) dan sistem perbankan bayangan yang dituding membantu Teheran menghindari embargo internasional.

Melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC), Departemen Keuangan AS menetapkan sejumlah individu, perusahaan, serta kapal tanker LPG ke dalam daftar sanksi. Mereka diduga terlibat dalam operasi perdagangan rahasia yang mengirim LPG asal Iran senilai ratusan juta dolar AS ke sejumlah negara di Asia Selatan dan Asia Timur.

Dalam keterangan resminya, OFAC menyebut jaringan tersebut menyamarkan LPG Iran sebagai produk asal Oman untuk mengelabui otoritas internasional dan menghindari pembatasan perdagangan. Operasi itu disebut memanfaatkan perusahaan cangkang yang berbasis di Uni Emirat Arab dan China guna menyembunyikan asal-usul komoditas yang diperdagangkan.

Selain jaringan perdagangan energi, Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan penukaran mata uang Iran, Mehrdad Geramian Nik and Partners Company, beserta sejumlah eksekutifnya. Perusahaan itu dituduh memfasilitasi perpindahan ratusan juta dolar mata uang asing bagi sejumlah bank Iran yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan pemerintah AS akan terus memburu jalur-jalur ekonomi yang memungkinkan Iran memperoleh pendapatan di tengah tekanan internasional.

“Departemen Keuangan akan terus memutus armada bayangan Iran, jaringan perbankan bayangan, dan akses Iran ke perdagangan global,” kata Bessent dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu (6/6/2026).

Menurut Departemen Keuangan AS, jaringan penyelundupan tersebut menggunakan perusahaan-perusahaan fiktif di Uni Emirat Arab untuk mengekspor jutaan barel LPG Iran ke berbagai negara di Asia, terutama Bangladesh. Dalam prosesnya, komoditas tersebut dipasarkan dengan identitas palsu sebagai LPG asal Oman.

Sejumlah kapal tanker yang diduga digunakan untuk mengangkut produk tersebut juga masuk dalam daftar sanksi terbaru Washington.

Pemerintah AS menilai jaringan perdagangan rahasia dan sistem perbankan bayangan menjadi salah satu sumber utama devisa Iran di tengah berbagai pembatasan ekonomi yang diberlakukan negara-negara Barat. Dana yang diperoleh melalui jalur tersebut, menurut Washington, digunakan untuk mendukung program persenjataan, aktivitas militer, serta kelompok-kelompok proksi yang berafiliasi dengan Teheran di kawasan Timur Tengah.

Langkah terbaru ini merupakan bagian dari kebijakan tekanan maksimum yang dijalankan pemerintahan Presiden Donald Trump melalui program yang disebut “Economic Fury”. Program tersebut bertujuan mempersempit ruang gerak ekonomi Iran dengan memutus sumber-sumber pendapatan utama negara itu.

Washington juga memperingatkan perusahaan maupun lembaga keuangan asing agar tidak terlibat dalam perdagangan atau transaksi yang berkaitan dengan pihak-pihak yang telah masuk daftar hitam. AS menegaskan bahwa setiap pihak yang membantu Iran menghindari sanksi berpotensi menghadapi tindakan serupa.

Dengan berlakunya sanksi baru tersebut, seluruh aset milik individu dan entitas yang ditetapkan yang berada di bawah yurisdiksi AS akan diblokir. Selain itu, warga negara dan perusahaan AS dilarang melakukan transaksi apa pun dengan pihak-pihak yang terkena sanksi.

Pemerintah AS menegaskan akan terus mengintensifkan upaya untuk membongkar jaringan perdagangan minyak, LPG, dan sistem keuangan bayangan yang digunakan Iran guna menghindari sanksi internasional.

Komentar