Efek Program MBG di Jember: Gus Fawait Ungkap Perputaran Uang Berpotensi Tembus Rp4,6 Triliun

JurnalPatroliNews – Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tanggapan resmi terkait perombakan pimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Langkah Kepala Negara yang melantik tiga pimpinan baru sekaligus ini dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan program prioritas nasional tersebut.

Adapun komposisi pimpinan baru yang dilantik meliputi Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, serta Trenggono dan Agustina Arumsari yang masing-masing menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan para pimpinan teras tersebut pada Senin (8/6/2026).

Gus Fawait menyatakan rasa optimistisnya bahwa di bawah kepemimpinan baru, BGN akan mampu berbenah dan mengawal pemenuhan gizi secara lebih baik.

Ia memuji sosok Nanik Sudaryati Deyang sebagai figur berkarakter jujur, tegas, komunikatif, serta memiliki rekam jejak integritas yang sangat jelas.

Kepala BGN yang baru tersebut juga dikenal sangat memegang teguh prinsip standarisasi mutu agar operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar.

Menurut Gus Fawait, esensi dari program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat semata, melainkan juga menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Melalui penyerapan produk pertanian lokal secara massal, program nasional ini mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat bawah.

Gus Fawait meyakini cita-cita Presiden Prabowo membuat program MBG adalah untuk membangun keadilan agar dana APBN mengalir sampai ke pelosok daerah.

Pengawasan Ketat dan Kesiapan Data Pemkab Jember

Menhadapai berbagai tantangan pelaksanaan di lapangan, Pemkab Jember menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi serta mengawasi jalannya program MBG.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember telah membentuk Satgas MBG dan Tim Supervisi khusus yang diperkuat oleh 207 orang personel.

Ratusan petugas tersebut diberikan mandat untuk mengawasi operasional seluruh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang tersebar di 31 kecamatan.

Saat ini, Kabupaten Jember tercatat baru memiliki 209 unit SPPG, atau baru memenuhi separuh dari target kebutuhan ideal yang berada di angka 400 unit.

Seluruh temuan dan hasil pemantauan dari tim pengawas tersebut nantinya akan dilaporkan secara berkala ke BGN sebagai bahan evaluasi lanjutan.

Selain pengawasan, Pemkab Jember juga bersiap menyajikan basis data akurat untuk menyokong perluasan cakupan penerima manfaat program gizi ini.

Sasaran perluasan penerima manfaat tersebut direncanakan menyasar anak-anak yang kekurangan gizi, ibu hamil, hingga kelompok ibu menyusui.

Dampak Nyata bagi Petani Jeruk Lokal

Gus Fawait memaparkan bahwa dampak positif dari bergulirnya program MBG ini sudah mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat Jember.

Kehadiran program gizi ini terbukti mendongkrak kualitas pertumbuhan ekonomi daerah serta menjaga stabilitas harga berbagai komoditas pangan.

Salah satu dampak paling nyata terlihat pada komoditas buah jeruk unggulan Jember yang mengalami lonjakan harga akibat naiknya permintaan pasar.

Harga buah jeruk di tingkat petani yang biasanya hanya dihargai sebesar Rp3.000 kini melesat naik hingga menyentuh angka Rp10.000 per kilogram.

Gus Fawait memproyeksikan, jika target ideal 400 unit SPPG di Jember berhasil terealisasi seluruhnya, maka potensi perputaran uang di daerah bisa menembus angka Rp4,6 triliun.

Komentar