Terekam CCTV Saat Beraksi, 2 Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK Ditangkap Polisi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat kepolisian berhasil meringkus dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi percobaan penculikan terhadap seorang lanjut usia (lansia) berinisial GH (70) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.

Insiden menegangkan tersebut diketahui terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas olahraga pagi di sekitar lingkungan kediamannya.

Kapolsek Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra, mengonfirmasi penangkapan para tersangka namun belum merinci secara detail mengenai identitas serta pembagian peran masing-masing pelaku.

“Benar sudah diamankan 2 pelaku,” ujar AKBP Agta Bhuwana Putra saat memberikan konfirmasi resmi mengenai perkembangan kasus di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Hingga saat ini, penyidik dari Unit Reskrim Polsek Penjaringan masih terus melakukan pemeriksaan intensif guna mendalami motif utama di balik dugaan percobaan penculikan tersebut.

Kasus kriminalitas ini sebelumnya sempat memicu keresahan publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.

Dalam tayangan video amatir itu, terlihat jelas sebuah mobil berhenti di dekat korban, lalu seorang pria turun dan mencoba memaksa korban masuk ke dalam kabin kendaraan.

Berdasarkan data manifes penyelidikan, peristiwa tersebut berlangsung pada tanggal 16 April 2026 lalu, tepatnya pukul 06.55 WIB di jalur perimeter luar rumah korban.

Perlawanan Sengit Korban Gagalkan Rencana Komplotan Pelaku

Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, menjelaskan bahwa skenario penculikan tersebut gagal total lantaran korban memberikan perlawanan fisik yang sangat gigih.

Keberanian lansia berusia 70 tahun tersebut membuat para pelaku panik hingga akhirnya memilih untuk melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Jadi pelaku berusaha menarik korban, memaksa untuk mengajak masuk mobil, sampai pelaku dan korban bergelut, korban dan pelaku juga jatuh, tetapi karena korban melawan sehingga pelaku tidak berhasil mengambil korban dan memang korban sudah teriak di situ sehingga pelaku terlihat ketakutan dan meninggalkan lokasi,” kata Sampson merinci kronologi pergulatan fisik.

Berdasarkan hasil analisis rekaman digital dan olah TKP awal, pihak kepolisian menduga kuat bahwa komplotan pelaku ini berjumlah lebih dari dua orang.

Hal itu didasari atas fakta adanya satu orang pengemudi cadangan yang tetap bersiaga di balik kemudi mobil serta mempertahankan posisi mesin tetap menyala saat eksekutor beraksi.

“Yang terlihat kalau dalam mobil itu ada satu pengemudi, ya kemungkinan berjumlah lebih dari dua,” tutur Sampson menambahkan arah penyelidikan tim opsnal di lapangan.

Sebagai bentuk pemenuhan aspek keberimbangan informasi bagi publik, media ini membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Komentar

Berita Lainnya