JurnalPatroliNews – Washington – Komando Pusat Militer Amerika Serikat membantah keras klaim sepihak dari pemerintah Iran yang menyatakan telah menutup jalur maritim strategis Selat Hormuz.
Otoritas keamanan Pentagon menegaskan bahwa jalur perairan internasional yang sangat penting bagi distribusi energi global tersebut saat ini masih tetap terbuka aman.
Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins menyatakan bahwa pihak Iran sama sekali tidak memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.
Pihak militer Washington memastikan lalu lintas pelayaran komersial terus berjalan normal dengan pengawasan ketat dari armada tempur Angkatan Laut Amerika Serikat.
Sebelumnya, Komando Militer Pusat Khatam al Anbiya milik Iran mengumumkan penutupan jalur laut tersebut sebagai respons atas eskalasi serangan militer Israel ke Lebanon.
Teheran menganggap agresi udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel di kawasan Lebanon Selatan pada Jumat lalu telah mencederai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Aksi saling serang yang terus meningkat di perbatasan tersebut dilaporkan telah memicu jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah yang cukup signifikan.
Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data bahwa rangkaian serangan udara itu telah mengakibatkan ribuan warga sipil termasuk puluhan petugas medis meninggal dunia.
Meskipun situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas, Amerika Serikat berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas jalur pelayaran perdagangan internasional di kawasan Teluk.















Komentar