Waspada! Haris Rusly Moti Sebut Kelompok Serakahnomic Ingin Ulangi Perampokan BLBI

JurnalPatroliNews – Jakarta – Mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran Haris Rusly Moti melontarkan kritik tajam terhadap kemunculan narasi dan tagar 1998 Redux yang viral di media sosial.

Haris menilai bahwa fenomena tersebut bukan merupakan murni gerakan sosial mahasiswa melainkan hasil orkestrasi kelompok oligarki yang ia sebut sebagai kaum serakahnomic.

Menurutnya kelompok ini menggunakan akun-akun proxy untuk mendorong narasi negatif guna menciptakan kepanikan di tengah masyarakat.

Ia berpendapat bahwa kaum serakahnomic memiliki obsesi untuk mengulangi skenario perampokan kekayaan negara seperti yang terjadi pada krisis moneter tahun 1998 silam.

Haris mengingatkan publik mengenai skandal besar Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang merugikan keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah pada masa lalu.

Motivasi utama di balik gaung Indonesia Gelap saat ini disebutnya sengaja diciptakan untuk memicu destabilisasi ekonomi dan melemahkan supremasi hukum.

Kondisi politik dan ekonomi yang kacau dinilai akan memberi keleluasaan bagi para oligarki untuk melakukan penjarahan aset negara tanpa hambatan konstitusi.

Haris menganalisis bahwa tagar pesimistis seperti Buang Rupiah sebenarnya mencerminkan kepanikan kaum oligarki akibat kebijakan tegas dari pemerintah saat ini.

Ruang gerak para spekulan tersebut diklaim semakin terkunci rapat seiring dengan langkah Presiden Prabowo dalam menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945.

Kebijakan pemberantasan korupsi serta penyitaan aset hasil kejahatan negara dinilai sangat merugikan kepentingan ekonomi kelompok serakahnomic tersebut.

Ia meyakini bahwa mayoritas rakyat Indonesia tidak akan terpengaruh oleh ajakan untuk membuang mata uang rupiah atau meninggalkan tanah air sendiri.

Haris juga menghimbau kepada seluruh elemen mahasiswa agar tetap waspada dalam menyuarakan kritik agar tidak ditunggangi oleh kepentingan tersembunyi para oligarki.

Upaya Presiden Prabowo untuk mengembalikan pengelolaan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat disebut sebagai perjuangan politik yang bernilai sangat tinggi.

Ia mengajak gerakan mahasiswa dan seluruh elemen sosial untuk bersatu dalam mendukung upaya pengembalian kekayaan negara yang selama ini dikuasai segelintir orang.

Komentar