Lulus Jadi Perwira, 282 Capaja Akpol Dapat Wejangan Khusus Soal Konflik Dunia

JurnalPatroliNews | Semarang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo secara resmi menutup Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 dalam upacara yang digelar di Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada 282 calon perwira remaja (Capaja) yang telah menuntaskan pendidikan selama tiga tahun, sejak 2023 hingga 2026.

Kapolri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para Capaja menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan yang dinilai sebagai buah dari disiplin, kerja keras, dan dedikasi tinggi selama ditempa di Akademi Kepolisian.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 282 Capaja yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Bumi Bhayangkara, Akademi Kepolisian,” ujar Komjen Dedi membacakan amanat Kapolri.

Perwira Muda Harus Paham Geopolitik Dunia

Tak hanya memberikan ucapan selamat, Kapolri juga membekali para calon perwira dengan wawasan mengenai dinamika geopolitik global yang dinilai akan sangat memengaruhi pelaksanaan tugas kepolisian di masa mendatang.

Menurutnya, seorang perwira Polri dituntut memiliki kemampuan membaca perubahan lingkungan strategis agar mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan keamanan nasional.

Kapolri menyoroti berbagai konflik internasional yang saat ini masih berlangsung, mulai dari perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat dengan Iran, konflik Israel di Timur Tengah, hingga rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan China.

Seluruh dinamika tersebut, kata Kapolri, telah memberikan dampak nyata terhadap stabilitas keamanan global, rantai pasok internasional, ketahanan pangan dan energi, hingga kondisi perekonomian dunia.

Indonesia Ikut Terdampak

Dalam amanatnya juga dijelaskan bahwa Indonesia tidak luput dari dampak ketidakpastian global tersebut.

Kapolri menyebut pelemahan nilai tukar rupiah serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indikator yang mencerminkan pengaruh situasi geopolitik internasional terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui program swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, peningkatan investasi, optimalisasi ekspor melalui Danantara Sumberdaya Indonesia, hingga penguatan penggunaan produk dalam negeri.

Polri Didorong Perkuat Program Strategis Nasional

Kapolri juga menegaskan bahwa Polri memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Berbagai program strategis yang telah dijalankan Polri disebut menjadi bagian dari kontribusi institusi dalam memperkuat ketahanan nasional, di antaranya pengembangan lahan jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelayanan kesehatan gratis, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, penguatan ketahanan energi, pembentukan Desk Ketenagakerjaan Polri, hingga pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Menurut Kapolri, seluruh program tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Prestasi Bukan Akhir Perjalanan

Pada kesempatan yang sama, Komjen Dedi turut menyampaikan apresiasi kepada para Capaja yang berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa, Ati Tanggap, Ati Tanggon, Ati Trengginas, dan Srikandi Cendekia.

Ia mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak membuat para lulusan cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta mengharumkan nama institusi Polri.

Sementara bagi Capaja yang belum memperoleh penghargaan, Wakapolri meminta mereka tetap optimistis karena kesempatan untuk berprestasi masih terbuka sepanjang perjalanan karier sebagai anggota Polri.

Batalyon Taruna Akpol Angkatan ke-58 mengusung nama Ksatriya Hawin Sarwahita yang terdiri atas 249 taruna dan 33 taruni, yang selanjutnya akan mengemban tugas sebagai perwira pertama Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Komentar