Bukan Sekadar Pengukuhan, Srikandi Jaga Desa Sulut Didorong Jadi Kekuatan Baru Desa

JurnalPatroliNews | Manado – Kekuatan organisasi perempuan di tingkat desa di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa se-Sulut resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026-2031.

Pengukuhan berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (10/8/2026), sekaligus menjadi momentum dimulainya mandat organisasi dalam memperkuat peran perempuan dan membangun sinergi di tingkat desa.

Prosesi pengukuhan dipimpin jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Srikandi Jaga Desa dan DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS).

Sekretaris Jenderal DPP Srikandi Jaga Desa, Prof. Dr. Mia Amiati, SH, MH, terlebih dahulu membacakan Surat Keputusan (SK) mengenai pengukuhan jajaran DPD Srikandi Jaga Desa Sulut dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Sulut.

Setelah pembacaan SK, Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, mengambil alih prosesi dengan membacakan Naskah Pengukuhan.

Suasana kemudian berubah lebih khidmat ketika para calon pengurus ditanya mengenai kesediaan mereka menerima amanah organisasi untuk periode lima tahun ke depan.

“Apakah saudari bersedia dikukuhkan sebagai pengurus DPD dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Sulut?” tanya pimpinan prosesi.

Jawaban para pengurus terdengar serentak dan tegas.

“Siap.”

Jawaban tersebut menjadi penanda bahwa jajaran pengurus siap menjalankan tanggung jawab organisasi sekaligus membawa misi Srikandi Jaga Desa di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Atas nama DPP Srikandi Jaga Desa dan DPP ABPEDNAS, Indra Utama kemudian secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus DPD dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Sulut masa bakti 2026-2031.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Senin, 10 Agustus 2026, saya atas nama DPP Srikandi Jaga Desa dan DPP ABPEDNAS secara resmi mengukuhkan saudari-saudari sebagai pengurus dimaksud,” ujar Indra saat membacakan naskah pengukuhan.

Pengukuhan tersebut tidak hanya menjadi agenda administratif organisasi. Setelah resmi dikukuhkan, para pengurus memiliki mandat untuk menggerakkan organisasi hingga tingkat cabang serta membangun kerja bersama dalam mendukung kemajuan desa.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam amanat pengukuhan.

Para pengurus diminta menjaga persatuan, membangun komunikasi dan mengedepankan kerja kolektif dalam menjalankan tugas organisasi.

“Dalam menjalankan tugas, senantiasa bersatu, bekerja sama serta bersinergi kolektif dalam membangun desa yang lebih baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam naskah pengukuhan.

Pesan tersebut menjadi penting mengingat pembangunan desa tidak hanya membutuhkan kebijakan dan dukungan pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat serta kekuatan organisasi di tingkat akar rumput.

Dalam konteks itu, keberadaan Srikandi Jaga Desa di Sulawesi Utara diharapkan mampu menjadi ruang konsolidasi bagi perempuan untuk mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan di wilayah pedesaan.

Masa bakti 2026-2031 akan menjadi periode penting bagi jajaran pengurus yang baru dikukuhkan.

Tantangannya bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memastikan keberadaan Srikandi Jaga Desa memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat desa.

Karena itu, sinergi menjadi kata kunci yang kembali ditekankan dalam prosesi tersebut.

Pengurus DPD dan DPC diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi antarpengurus serta kolaborasi dengan berbagai unsur di tingkat desa menjadi bagian penting untuk memastikan program organisasi dapat berjalan secara efektif.

Dengan dikukuhkannya jajaran DPD dan DPC se-Sulut, struktur organisasi Srikandi Jaga Desa kini memiliki legitimasi untuk menjalankan agenda lima tahun ke depan.

Panji organisasi pun secara resmi dikibarkan di Sulawesi Utara.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan ikrar dan doa bersama. Harapannya, seluruh pengurus diberikan kekuatan dan keteguhan dalam menjalankan amanah organisasi.

Momentum di Manado tersebut sekaligus menandai dimulainya perjalanan baru Srikandi Jaga Desa di Sulawesi Utara.

Bagi organisasi, pengukuhan bukanlah garis akhir. Sebaliknya, prosesi tersebut menjadi titik awal untuk membuktikan sejauh mana mandat yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, Srikandi Jaga Desa diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun desa yang lebih kuat, partisipatif dan berdaya.

Lima tahun ke depan akan menjadi ruang pembuktian bagi para pengurus yang telah menyatakan “siap” menerima amanah.

Kini, tantangannya adalah mengubah ikrar tersebut menjadi kerja nyata di tengah masyarakat desa Sulawesi Utara.

Komentar