JurnalPatroliNews | Sentani — Aksi demonstrasi di Sentani, Jayapura, Papua, sempat diwarnai kericuhan pada Sabtu (15/8/2026). Massa yang melakukan aksi disebut memblokade ruas jalan protokol Sentani-Jayapura hingga terjadi benturan dengan aparat kepolisian.
Kericuhan bermula ketika kelompok massa yang disebut berasal dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan pemblokiran jalan. Polisi yang berada di lokasi kemudian berupaya menggeser massa agar akses jalan kembali dapat digunakan masyarakat.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, pihaknya sebelumnya telah menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi tersebut. Kepolisian kemudian menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan.
Namun, situasi berubah ketika massa melakukan pemblokiran terhadap jalan utama yang menghubungkan Sentani dan Jayapura.
“Mereka memblokade jalan, jalan protokol. Untuk menjaga ketertiban, didorong mundur ke dalam, karena kan ada masyarakat yang menggunakan jalan,” kata Cahyo saat dikonfirmasi.
Upaya aparat mengembalikan akses jalan kemudian mendapat perlawanan. Massa disebut melempari personel kepolisian dengan batu.
“Karena dilempari batu, maka dibubarkan pakai water cannon dan gas air mata,” ujar Cahyo.
Penggunaan water cannon dan gas air mata dilakukan aparat untuk membubarkan massa serta mengendalikan situasi di lokasi.
Kericuhan tersebut menyebabkan sejumlah anggota kepolisian mengalami luka-luka. Polda Papua mencatat 10 personel terluka dalam insiden pengamanan demonstrasi.
Sebagian anggota yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan kembali. Sementara beberapa personel lainnya masih menjalani perawatan.
“Ada 4-5 yang sudah pulang, sisanya masih dirawat,” kata Cahyo.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tingkat luka yang dialami masing-masing personel maupun apakah terdapat peserta aksi atau masyarakat yang turut menjadi korban dalam kericuhan tersebut.
Setelah aparat membubarkan massa, situasi di Sentani kembali terkendali. Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut berangsur normal dan tidak lagi terjadi bentrokan.
Cahyo memastikan kondisi terakhir di lokasi telah kondusif. Ia juga menyebut perwakilan massa sempat diterima oleh Komisi I DPR Provinsi Papua.
“Sudah, sudah selesai, tadi sempat diterima pula oleh Komisi I DPR provinsi,” ujarnya.
Kepolisian tetap melakukan pemantauan untuk memastikan situasi keamanan di kawasan Sentani tetap terjaga setelah aksi demonstrasi yang sempat berujung kericuhan tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian aparat mengingat ruas Sentani-Jayapura merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat. Kepolisian menegaskan pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan akses publik tetap dapat digunakan.















Komentar