Viral Video Maba Universitas Negeri Padang Jalan Jongkok, Ini Penjelasan Pihak Kampus

JurnalPatroliNews | Padang — Video sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) yang berjalan jongkok saat memasuki lingkungan kampus menjadi perhatian di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, sejumlah maba terlihat mengenakan pakaian seragam hitam-putih sembari berjalan jongkok. Aktivitas tersebut berlangsung di bawah pengawasan mahasiswa senior.

Tak hanya diminta berjalan jongkok, para mahasiswa baru juga tampak mengenakan sejumlah atribut. Beberapa di antaranya memakai topi, sementara terdapat pula kertas karton yang dikalungkan menyerupai tanda pengenal atau name tag.

Aktivitas tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bentuk kegiatan yang diberikan kepada mahasiswa baru, termasuk apakah berkaitan dengan kegiatan pengenalan kampus atau bentuk perpeloncoan.

Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan

Sekretaris UNP Erianjoni memberikan penjelasan mengenai video tersebut. Ia menyebut mahasiswa baru yang terlihat dalam rekaman diduga berasal dari Fakultas Teknik.

Menurut Erianjoni, aktivitas berjalan jongkok tersebut bukan bagian dari perpeloncoan. Ia menyebut kegiatan itu sebagai aktivitas spontan yang dilakukan senior dengan tujuan membuat mahasiswa baru lebih siap dan tidak mengantuk.

“Kalau enggak salah itu Fakultas Teknik. Kegiatan itu bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh,” ujar Erianjoni saat dihubungi, Rabu (18/8/2026).

Pihak kampus menegaskan tidak ada aturan yang mewajibkan mahasiswa baru melakukan aksi berjalan jongkok.

Erianjoni menyebut kegiatan tersebut terjadi di beberapa program studi dan disebut sebagai bentuk spontanitas senior dalam membangun kedisiplinan mahasiswa baru.

“Tidak ada kita model gitu, tapi beberapa di prodi. Tujuannya untuk mendidik adik-adik agar disiplin,” ungkapnya.

Atribut Jadi Bagian dari Aktivitas Maba

Dalam video yang beredar, aktivitas mahasiswa baru tidak hanya berupa berjalan jongkok. Mereka juga terlihat mengenakan berbagai atribut yang dipasang atau diberikan oleh mahasiswa senior.

Penggunaan atribut tersebut ikut menjadi perhatian karena aktivitas pengenalan mahasiswa baru kerap mendapat sorotan apabila dilakukan dengan pendekatan yang dianggap berlebihan.

Meski demikian, pihak UNP menyatakan sejauh ini tidak menemukan laporan adanya kekerasan dalam kegiatan tersebut.

Erianjoni mengatakan kampus tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas mahasiswa baru. Menurutnya, selama kegiatan tidak mengandung kekerasan, aktivitas tersebut masih dalam batas yang dapat diawasi oleh pihak kampus.

“Selagi tidak ada kekerasan, masih kita pantau saja. Cuma berjalan jongkok, itu ada hubungan keakraban dan disiplin,” kata dia.

Kampus Klaim Tidak Ada Kekerasan

Pihak universitas juga menyatakan selama ini tidak pernah menerima laporan mahasiswa baru menjadi korban tindakan kekerasan dalam kegiatan tersebut.

Erianjoni menjelaskan aktivitas fisik yang terlihat dalam video disebut dimaksudkan sebagai pemanasan agar mahasiswa baru tidak mengantuk ketika mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kalau tidak begitu maba jadi ngantuk, tidur saja mereka. Maka itu diberikan pemanasan,” ujarnya.

Meski demikian, beredarnya video tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan mahasiswa baru perlu tetap berada dalam koridor edukasi dan pembinaan.

Kegiatan pengenalan lingkungan kampus idealnya dapat membangun kedisiplinan, solidaritas, dan hubungan antarmahasiswa tanpa mengarah pada tindakan yang merendahkan, mengintimidasi, atau menggunakan kekerasan.

Karena itu, pemantauan dari pihak kampus menjadi penting untuk memastikan aktivitas yang dilakukan senior terhadap mahasiswa baru tetap sesuai dengan tujuan pendidikan.

Viral di Media Sosial, Kampus Diminta Tetap Awasi

Video aksi mahasiswa baru UNP tersebut kini menjadi perhatian publik. Sorotan terutama tertuju pada aktivitas berjalan jongkok dan penggunaan atribut yang dikenakan para maba.

Di sisi lain, penjelasan kampus menyebut kegiatan tersebut bukan perpeloncoan dan tidak disertai kekerasan.

Perbedaan persepsi antara apa yang terlihat dalam video dan tujuan kegiatan yang disampaikan pihak kampus membuat pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan serupa tidak berkembang menjadi praktik yang berlebihan.

UNP menyatakan tetap memantau aktivitas mahasiswa baru dan menekankan bahwa selama tidak terdapat unsur kekerasan, kegiatan tersebut masih berada dalam pengawasan kampus.

Namun, bagi dunia pendidikan, ukuran keberhasilan kegiatan orientasi mahasiswa baru pada akhirnya bukan sekadar membuat mahasiswa disiplin, melainkan memastikan proses tersebut tetap menghormati martabat, keamanan, dan hak mahasiswa sebagai bagian dari lingkungan akademik.

Komentar