JurnalPatroliNews | Baturaja — Kerja sama antara TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) tidak hanya diwujudkan melalui latihan militer bersama. Dalam Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026, kedua negara juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui renovasi fasilitas SD Negeri 04 Peracak, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda latihan yang dikemas dengan pendekatan kemanusiaan dan sosial. Renovasi sekolah dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selama 15 hari, personel TNI AD dan US Army bekerja bersama memperbaiki berbagai bagian sekolah. Pekerjaan meliputi renovasi dua ruang kelas dan satu ruang guru, penggantian atap, plafon, serta keramik, pengecatan ruang kelas, pembangunan sumur bor, hingga perbaikan akses jalan menggunakan paving block.
Tidak hanya itu, instalasi kelistrikan dan fasilitas MCK turut diperbaiki. Lingkungan sekolah juga dibersihkan dan ditata agar menjadi ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.
Komandan Latma Ksatria Warrior 2026, Kolonel Inf Slamet, S.Sos., M.Han., mengatakan renovasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perbaikan bangunan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi sosial sekaligus sarana mempererat hubungan antara personel TNI AD dan US Army.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas sekolah yang lebih baik dan layak, para siswa SDN 04 Peracak dapat belajar dengan lebih semangat dan nyaman sehingga mampu meraih cita-cita setinggi-tingginya,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan antara kedua angkatan bersenjata.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan US Army, LTC Marri Goldstein. Ia mengapresiasi kerja sama yang terbangun selama pelaksanaan renovasi.
“Kami sangat senang dapat berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di sini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa meskipun berasal dari negara yang berbeda, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat dan harapan yang lebih baik bagi anak-anak dan masyarakat,” ungkapnya.
Renovasi SD Negeri 04 Peracak melibatkan 45 personel gabungan dari TNI AD dan US Army. Unsur yang terlibat terdiri atas personel Pusziad, Yonzikon 14 Palembang, serta US Army 215th Engineer Company.
Seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong. Personel dari kedua negara berkolaborasi menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik yang telah dipetakan sesuai kebutuhan sekolah.
Bagi pihak sekolah, bantuan tersebut memberikan dampak langsung terhadap kelayakan fasilitas pendidikan. Kepala SD Negeri 04 Peracak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan TNI AD dan US Army.
Renovasi diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa dan guru sekaligus mendukung proses belajar mengajar agar berlangsung lebih optimal.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Latma Ksatria Warrior 2026 memiliki dimensi yang melampaui peningkatan kemampuan dan interoperabilitas militer.
Kerja sama yang terjalin juga diarahkan untuk membangun hubungan antarpersonel serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Melalui renovasi SD Negeri 04 Peracak, TNI AD dan US Army memperlihatkan bahwa kerja sama pertahanan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
Bagi masyarakat setempat, hasil renovasi tersebut bukan sekadar perubahan fisik bangunan, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi generasi penerus.
Sementara bagi kedua negara, kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata bahwa semangat kerja sama, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan Indonesia-Amerika Serikat.














Komentar