JurnalPatroliNews | Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mengantisipasi dampak cuaca di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan operasi tersebut dipersiapkan untuk Jumat (21/8/2026), setelah prakiraan cuaca menunjukkan adanya pertumbuhan awan serta potensi hujan gerimis.
Pramono mengaku telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan pelaksanaan OMC apabila kondisi atmosfer mendukung.
“Contohnya nanti hari Jumat besok, itu akan ada awan kembali. Saya sudah perintahkan untuk hari Jumat karena ada awan, maka segera dipersiapkan untuk besok diterbangkan,” kata Pramono di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Meski operasi akan dilakukan ketika terdapat awan yang dinilai memungkinkan untuk diintervensi, Pramono mengingatkan bahwa OMC bukan jaminan hujan pasti turun.
Menurutnya, Pemprov DKI sebelumnya telah beberapa kali melakukan penerbangan untuk operasi modifikasi cuaca. Namun, tidak seluruh penerbangan menghasilkan hujan seperti yang diharapkan.
“Nah, kalau diterbangkan, apakah terjadi hujan atau enggak, itu belum jaminan. Kami sudah berkali-kali juga menerbangkan enggak ada hujan,” ujarnya.
Pramono menilai upaya tersebut tetap perlu dilakukan ketika kondisi atmosfer memungkinkan. Pemerintah, kata dia, tidak seharusnya melewatkan peluang ketika terdapat awan yang dapat menjadi sasaran operasi.
“Kalau kemudian tidak ada upaya untuk itu, menurut saya juga enggak baik. Jadi saya tetap besok, kebetulan besok itu ada awan,” katanya.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang diterimanya, Jakarta juga berpotensi mengalami hujan gerimis pada Jumat.
Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi hujan melalui intervensi cuaca, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi atmosfer di lapangan.
“Di ramalan cuaca juga diramalkan akan ada hujan gerimis. Kan lebih baik kalau kemudian dari hujan gerimis ditambahi garam dan atau apa pun lah, itu menjadi hujan yang lebih deras dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Pramono.
Namun, Gubernur DKI tersebut menekankan bahwa pelaksanaan OMC harus tetap mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul setelah hujan turun.
Ia secara khusus meminta agar upaya meningkatkan curah hujan tidak justru memicu persoalan baru di wilayah Ibu Kota.
“Yang paling penting jangan banjir, itu aja,” ucapnya.
Sebelumnya, Pramono menyebut OMC belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer tidak menyediakan awan yang cukup untuk menjadi sasaran intervensi.
Pada Rabu (19/8/2026), ia mengatakan telah beberapa kali meminta BPBD DKI mempersiapkan operasi modifikasi cuaca. Namun, ketiadaan awan membuat operasi tersebut belum dapat dijalankan.
“Berkali-kali saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan modifikasi cuaca tapi karena nggak ada awan, nggak bisa turun,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
Menurutnya, modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Operasi tersebut membutuhkan kondisi ilmiah dan atmosfer yang sesuai agar dapat dilaksanakan.
Karena itu, Pemprov DKI akan menyesuaikan pelaksanaan OMC dengan kondisi cuaca aktual.
“Kalau bisa modifikasi cuaca itu dalam kondisi ilmiahnya selama ada awannya pasti akan segera kami lakukan,” ujarnya.
Dengan adanya potensi awan dan hujan gerimis pada Jumat, Pemprov DKI kembali menyiapkan operasi tersebut. Namun, efektivitasnya tetap akan sangat bergantung pada kondisi atmosfer saat pelaksanaan.















Komentar