Rp84 Triliun Diburu Investor, Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

JurnalPatroliNews | Jakarta — Pemerintah kembali menghimpun pembiayaan melalui lelang Surat Utang Negara (SUN). Dalam lelang terbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyerap dana sebesar Rp34 triliun dari total penawaran investor yang mencapai Rp84,7566 triliun.

Dengan demikian, pemerintah menyerap sekitar 40,1 persen dari keseluruhan penawaran yang masuk dalam lelang tersebut.

Mengutip informasi DJPPR, Kamis (20/8/2026), lelang menggunakan sistem Bank Indonesia dengan tanggal setelmen pada 20 Agustus 2026. Pemerintah menawarkan sembilan seri SUN, terdiri atas tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan skema diskonto dan enam seri Fixed Rate (FR) yang merupakan penerbitan kembali atau reopening.

Untuk instrumen berjangka pendek, seri SPN01260919 memperoleh penawaran sebesar Rp670 miliar. Sementara SPN03261118 menerima penawaran Rp2,425 triliun. Kedua seri tersebut merupakan penerbitan baru.

Adapun seri SPN12270805 yang berstatus penerbitan kembali mencatat penawaran jauh lebih besar, yakni Rp8,632 triliun. Angka tersebut menempatkannya sebagai seri dengan nilai penawaran terbesar ketiga dalam lelang kali ini.

Di kelompok SUN dengan tingkat bunga tetap, seri FR0110 menjadi yang paling banyak diburu investor. Total penawaran yang masuk mencapai Rp37,6497 triliun.

Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp12,8 triliun dengan yield tertimbang sebesar 7,00788 persen. Seri FR0110 memiliki kupon 7,125 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2032. Rasio bid-to-cover tercatat 2,94 kali.

Minat investor berikutnya terlihat pada seri FR0108 yang menerima penawaran Rp16,1874 triliun. Pemerintah menyerap Rp10,3 triliun dari seri tersebut dengan yield tertimbang 7,10992 persen.

FR0108 menawarkan kupon 6,5 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036. Adapun rasio bid-to-cover tercatat 1,57 kali.

Pemerintah kemudian menyerap Rp4,85 triliun dari FR0107 dengan yield 7,24998 persen. Seri ini memiliki kupon 7,125 persen dan jatuh tempo 15 Agustus 2045, dengan rasio bid-to-cover 1,44 kali.

Sementara dari FR0106, pemerintah memenangkan Rp4,75 triliun. Yield tertimbang seri tersebut berada di level 7,24 persen, dengan kupon 7,125 persen dan jatuh tempo 15 Agustus 2040. Rasio bid-to-cover tercatat 1,66 kali.

Dua seri lainnya juga berhasil dimenangkan pemerintah. FR0102 diserap sebesar Rp850 miliar dengan yield 7,29987 persen, kupon 6,875 persen, dan jatuh tempo 15 Juli 2054. Rasio bid-to-cover seri ini mencapai 2,83 kali.

Sedangkan FR0105 memperoleh penawaran yang cukup kompetitif dengan rasio bid-to-cover mencapai 4,28 kali, tertinggi di antara seri yang dilelang. Pemerintah memenangkan Rp450 miliar dari seri tersebut dengan yield 7,29746 persen, kupon 6,875 persen, dan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Besarnya penawaran yang masuk menunjukkan tetap tingginya minat investor terhadap instrumen surat utang pemerintah. Di sisi lain, keputusan pemerintah menyerap Rp34 triliun dari total penawaran mencerminkan strategi pengelolaan pembiayaan negara dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan sekaligus kondisi pasar.

Lelang SUN tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN melalui mekanisme pasar, sekaligus menjaga fleksibilitas pengelolaan utang negara di tengah dinamika tingkat imbal hasil surat berharga.

Komentar