Dari LSSK hingga Kelas Tematik, Ini Langkah Polri Benahi Sistem Pendidikan

JurnalPatroliNews | Salatiga – Polri terus mendorong pembaruan sistem pendidikan dan pelatihan dengan membangun ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, serta kebutuhan tugas kepolisian.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui penguatan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian (LSSK), Pusat Studi Kepolisian, serta pengembangan Kelas Tematik di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Transformasi pendidikan itu sejalan dengan arahan Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedy Prasetyo yang mendorong pembenahan sekaligus percepatan kualitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan Polri.

Salah satu agenda penguatan dilakukan melalui kegiatan transfer teknologi informasi dan knowledge transfer mengenai pemanfaatan LSSK kepada dosen serta operator Akpol pada Rabu (26/8/2026).

Program tersebut dirancang secara bertahap dan berkelanjutan. Tujuannya memastikan kemampuan dalam mengoperasikan dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran tersebut dapat dialihkan secara optimal kepada unsur pendidikan Polri.

Tim Pendidikan Polri Kunjungi UKSW

Penguatan konsep pendidikan kepolisian berlanjut sehari kemudian. Pada Kamis (27/8/2026), Irjen Pol Dr. Susilo Teguh R, M.Si bersama Kapusdik Bimmas Lemdiklat Polri Kombes Pol Dr. Pranatal, S.I.K., M.Si dan tim mengunjungi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses literasi dan pengayaan dalam pengembangan Kelas Tematik yang akan diterapkan di Akpol Semarang.

Susilo mengatakan lingkungan akademik perguruan tinggi dapat memberikan perspektif tambahan bagi pengembangan pendidikan kepolisian, terutama dalam membangun model pembelajaran yang lebih kontekstual.

“Melalui diskusi akademik, tim Pendidikan Polri bertukar pengalaman dan perspektif UKSW untuk memperkaya konsep Kelas Tematik yang dikembangkan di Akpol,” ujar Susilo, yang juga menjabat Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian.

Rombongan diterima Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi UKSW Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si serta Wakil Dekan Fiskom Sampoerno, S.Pd., M.Si.

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pendekatan pendidikan, riset sosial, serta model pembelajaran yang dapat memperkuat kapasitas peserta didik kepolisian dalam memahami persoalan masyarakat.

Pendidikan Polisi Tak Sekadar Transfer Pengetahuan

Susilo menegaskan pengembangan LSSK dan Kelas Tematik diarahkan untuk membangun sistem pendidikan kepolisian yang tidak berhenti pada penyampaian teori maupun pengetahuan teknis.

Model pendidikan yang dikembangkan diharapkan mampu melatih kemampuan analitis peserta didik sekaligus meningkatkan keterampilan memecahkan masalah, bekerja sama, beradaptasi, dan menghasilkan gagasan dalam menghadapi perubahan sosial.

Pendekatan tersebut dinilai semakin penting karena tantangan tugas kepolisian berkembang seiring perubahan masyarakat, teknologi, serta kompleksitas persoalan sosial.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pendekatan ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik dari berbagai pihak, pendidikan Polri diharapkan mampu menghasilkan personel yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu membaca persoalan secara lebih komprehensif.

Penguatan LSSK dan Kelas Tematik menjadi bagian dari arah transformasi tersebut. Polri berupaya membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka terhadap pengetahuan lintas disiplin dan pengalaman institusi akademik.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan upaya Lemdiklat Polri menjadikan pendidikan sebagai instrumen strategis dalam mempersiapkan personel menghadapi dinamika tugas kepolisian dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Komentar