Krakatau Steel Masuki Babak Baru, Bos Lama Diganti di Tengah Transformasi

JurnalPatroliNews | Jakarta — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memasuki babak baru setelah pemegang saham merombak jajaran direksi dan komisaris perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin, 7 September 2026.

Salah satu perubahan paling mencolok terjadi di kursi Direktur Utama. Muhammad Akbar Djohan tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama dan posisinya digantikan Wilgo Zainar.

Pergantian juga terjadi pada posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Daniel Fitzgerald Liman digantikan Thomas Christian.

Selain perubahan di jajaran direksi, pemegang saham turut mengangkat Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen.

Perubahan susunan pengurus tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan melanjutkan transformasi bisnis dan memperkuat arah pengelolaan Krakatau Steel ke depan.

Wilgo Zainar Jadi Nahkoda Baru

Dengan keputusan RUPSLB tersebut, Wilgo Zainar resmi menduduki posisi Direktur Utama Krakatau Steel.

Ia menggantikan Muhammad Akbar Djohan yang sebelumnya memimpin perusahaan baja pelat merah tersebut.

Pergantian pucuk pimpinan ini menjadi salah satu keputusan penting dalam agenda RUPSLB karena posisi Direktur Utama memiliki peran sentral dalam menentukan arah strategi, operasional dan transformasi perseroan.

Di bawah kepemimpinan baru, manajemen Krakatau Steel akan menghadapi tantangan untuk menjaga momentum perbaikan sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

Direktur Keuangan Juga Berganti

Perubahan tidak hanya terjadi di posisi Dirut.

Daniel Fitzgerald Liman juga tidak lagi menempati posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Thomas Christian.

Perubahan ini cukup strategis karena posisi keuangan dan manajemen risiko menjadi salah satu titik penting dalam upaya Krakatau Steel memperkuat struktur bisnis dan menjaga keberlanjutan perusahaan.

Komisaris Independen Bertambah

Pada jajaran komisaris, pemegang saham mengangkat Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen.

Dengan demikian, susunan komisaris terbaru Krakatau Steel terdiri dari Hendro Martowardojo sebagai Komisaris Utama, David Pajung dan Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen, serta Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo sebagai Komisaris.

Kehadiran tambahan Komisaris Independen tersebut melengkapi struktur pengawasan perusahaan setelah RUPSLB.

Susunan Direksi Terbaru

Setelah perubahan ditetapkan, jajaran direksi Krakatau Steel kini diisi oleh Wilgo Zainar sebagai Direktur Utama.

Selanjutnya, Sidik Darusulistyo menjabat Direktur Infrastruktur dan Operasi, Thomas Christian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hernowo sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio, serta Suryantoro Waluyo sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan tidak berhenti pada pergantian satu posisi, tetapi sekaligus membentuk susunan manajemen baru untuk menjalankan agenda perseroan.

Digelar Saat Transformasi Perusahaan Berjalan

Pergantian manajemen berlangsung ketika Krakatau Steel masih menghadapi tantangan untuk memperkuat kinerja dan melanjutkan transformasi perusahaan.

Data kinerja semester I 2026 menunjukkan pendapatan usaha Krakatau Steel mencapai sekitar US$622,74 juta atau sekitar Rp11,15 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beban keuangan juga tercatat turun secara tahunan.

Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi manajemen baru.

Tantangannya adalah menjaga agar perbaikan yang mulai terlihat tidak terhenti akibat perubahan kepemimpinan.

Manajemen baru perlu memastikan efisiensi, operasional, pendanaan dan strategi bisnis dapat terus berjalan secara konsisten.

Krakatau Steel Tetap Jadi Pemain Strategis Baja Nasional

PT Krakatau Steel merupakan BUMN yang bergerak di sektor industri baja terpadu dan berbasis di Cilegon, Banten.

Perusahaan berdiri pada 31 Agustus 1970 dengan sejarah yang berawal dari Proyek Besi Baja Trikora pada era Presiden Soekarno.

Krakatau Steel kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan baja utama Indonesia dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham KRAS.

Karena posisi strategis tersebut, perubahan jajaran pengurus tidak hanya menjadi persoalan internal perusahaan, tetapi juga menjadi perhatian bagi pasar dan pemangku kepentingan industri baja nasional.

Nahkoda Baru Menghadapi Tantangan Besar

Penunjukan Wilgo Zainar sebagai Direktur Utama sekaligus pergantian Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko membuat perseroan kini memiliki tim kepemimpinan baru.

Tantangan mereka bukan sekadar menjaga aktivitas produksi.

Manajemen juga harus melanjutkan restrukturisasi, menjaga efisiensi, memperkuat posisi keuangan dan memastikan strategi bisnis tetap kompetitif di tengah persaingan industri baja.

Perubahan pengurus melalui RUPSLB menjadi momentum untuk menentukan arah baru Krakatau Steel.

Dengan susunan manajemen yang baru, publik kini menunggu apakah kepemimpinan Wilgo Zainar mampu mempertahankan momentum perbaikan dan membawa KRAS memasuki fase transformasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, klaim bahwa pergantian pimpinan tersebut terjadi karena erupsi Anak Krakatau tidak didukung oleh informasi dalam keputusan RUPSLB yang diverifikasi. Pergantian pengurus ditetapkan melalui RUPSLB sebagai bagian dari perubahan susunan pengurus perseroan.

Komentar