JurnalPatroliNews | Jakarta — TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali mengevakuasi 22 korban selamat kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, Senin (14/9/2026).
Evakuasi dilakukan unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II, KRI Nala-363, bersama tim SAR gabungan sebagai bagian dari operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan kapal tersebut.
Dari 22 korban yang berhasil dievakuasi, sebanyak 21 orang merupakan laki-laki dan satu orang perempuan. Sebanyak 19 korban dilaporkan dalam kondisi sehat, sedangkan tiga korban lainnya mengalami cedera dan langsung mendapatkan penanganan medis awal.
KRI Nala-363 Dekati Titik Evakuasi
Komandan KRI Nala-363 Letkol Laut (P) Moch Ruwahendi mengatakan, proses pertolongan dilakukan setelah kapal perang TNI AL tersebut mendeteksi dan mendekati lokasi evakuasi.
Lokasi tersebut berada di koordinat 04° 25’ 173” Lintang Selatan dan 113° 48’ 948” Bujur Timur.
Tim SAR TNI AL kemudian diturunkan menggunakan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) untuk memindahkan para korban yang sebelumnya telah diselamatkan oleh KM Cahaya Bahari Jaya.
Proses pemindahan korban menuju KRI Nala-363 berlangsung dengan aman dan terkendali.
Setelah berada di atas kapal, seluruh korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Tiga Korban Dapat Penanganan Medis
Dari total 22 korban selamat yang dievakuasi, 19 orang berada dalam kondisi sehat.
Sementara itu, tiga korban yang mengalami cedera langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim kesehatan KRI Nala-363.
Seluruh proses evakuasi maupun penanganan medis di atas kapal dilaporkan berjalan aman, lancar, dan terkendali.
KRI Nala-363 selanjutnya melanjutkan pelayaran menuju titik disembarkasi untuk proses penanganan dan pemulihan korban lebih lanjut.
Di lokasi disembarkasi, Posko SAR telah disiapkan untuk menerima dan memberikan penanganan kepada para korban.
Tim medis, personel BP Lanal Banjarmasin, serta relawan turut disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama maupun penanganan medis lanjutan.
Operasi Pencarian Masih Berlanjut
Meski 22 korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, operasi SAR masih terus dilakukan.
Tim gabungan melanjutkan penyisiran di sektor perairan sekitar lokasi kejadian untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.
Pencarian dilakukan dengan mengerahkan sejumlah unsur laut dan udara guna memperluas cakupan operasi.
TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang diperkuat helikopter Panther HS-1311, satu tim Kopaska, satu tim Koppeba, serta tim kesehatan Koarmada II.
Selain itu, sejumlah perlengkapan pendukung operasi SAR, termasuk kantong jenazah, turut disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan.
Sejumlah Kapal dan Unsur Udara Dikerahkan
Selain KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Nala-363, TNI AL juga mengerahkan KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, serta KAL Kumai II-13-51.
Operasi tersebut turut diperkuat unsur udara berupa pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) P-8301 dan helikopter Basarnas.
Pengerahan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk mendukung proses pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pemantauan wilayah perairan yang menjadi lokasi kecelakaan.
Sinergi antara unsur TNI AL dan tim SAR gabungan terus dilakukan agar pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat berlangsung secara optimal.
Wujud Kesiapsiagaan TNI AL
TNI AL menegaskan operasi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan respons cepat terhadap kecelakaan di wilayah perairan Indonesia.
Keterlibatan berbagai unsur laut, udara, personel kesehatan, hingga tim khusus menunjukkan kesiapsiagaan prajurit dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan.
Sinergi lintas sektor juga terus diperkuat untuk memastikan proses evakuasi dan pencarian korban berjalan cepat serta terkoordinasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan menjaga keselamatan jiwa di wilayah perairan Indonesia, sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.














Komentar