114 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi, Tim SAR Masih Kejar 129 Orang

JurnalPatroliNews | Banjarmasin — Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari kedua.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi ke empat kapal penyelamat. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 6 orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

TNI AL Kerahkan Sejumlah Kapal dan Pesawat

Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, TNI AL mengerahkan sejumlah unsur dengan kemampuan pencarian, pertolongan, hingga penanganan medis.

Kekuatan yang diterjunkan antara lain KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang diperkuat Helly Panther HS-1311, satu tim Kopaska, satu tim Koppeba, tim kesehatan Koarmada II, perlengkapan pendukung, serta kantong jenazah.

Selain itu, TNI AL turut mengerahkan KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, dan KAL Kumai II-13-51.

Operasi tersebut juga diperkuat unsur udara CN-235 MPA P-8301 serta helikopter Basarnas untuk membantu pencarian dari udara.

Pengerahan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila kembali ditemukan korban.

MV Haida Bawa 69 Korban Selamat

Salah satu kapal penyelamat, MV Haida, telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.

Kapal tersebut membawa 69 korban, yang seluruhnya dinyatakan selamat.

Sementara itu, kapal penyelamat MT Mauhau tiba di Pelabuhan Trisakti pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 06.10 WITA.

MT Mauhau membawa 16 korban, terdiri atas 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Kedatangan kapal-kapal penyelamat tersebut langsung ditindaklanjuti Posko SAR dengan penanganan terhadap para korban.

Lima Rumah Sakit Disiagakan

Setibanya korban di Pelabuhan Trisakti, tim medis bersama anggota BP Lanal Banjarmasin dan relawan langsung bersiaga memberikan pertolongan.

Penanganan dilakukan mulai dari pemeriksaan kondisi korban hingga kebutuhan medis lanjutan bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan perawatan lebih lanjut, lima rumah sakit rujukan di Banjarmasin juga disiapkan.

Kelima rumah sakit tersebut yakni RS TPT, RS Suaka Insan, RSUD Ansari Saleh, RS Bhayangkara, dan RSUD Ulin.

Kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam operasi SAR karena korban yang berhasil ditemukan harus segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

KAL Kumai Sisir Lokasi Kejadian

Di tengah proses evakuasi korban yang telah ditemukan, pencarian terhadap 129 orang yang masih belum diketahui keberadaannya terus dilakukan.

KAL Kumai II-13-51 dikerahkan untuk melaksanakan penyisiran di sektor perairan sekitar lokasi kejadian.

Namun, berdasarkan pemantauan terkini, tim SAR belum menemukan tanda-tanda maupun objek terapung di permukaan laut yang dapat dikaitkan dengan korban.

Penyisiran tetap dilakukan untuk memperluas kemungkinan ditemukannya korban maupun petunjuk lain yang dapat membantu proses pencarian.

Operasi SAR Terus Diintensifkan

TNI AL bersama seluruh unsur SAR gabungan memastikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 terus berlanjut.

Sebanyak 129 orang yang masih dalam pencarian menjadi fokus utama operasi pada hari kedua.

Sinergi antara unsur TNI AL, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga medis, serta berbagai unsur pendukung terus diperkuat agar proses pencarian dan pertolongan dapat berlangsung secara cepat dan optimal.

Operasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memberikan respons kemanusiaan terhadap kecelakaan di wilayah perairan Indonesia.

TNI AL juga terus mengoptimalkan seluruh unsur yang telah dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan, dengan mengedepankan keselamatan personel sekaligus upaya maksimal untuk menemukan korban yang masih belum teridentifikasi keberadaannya.

Langkah tersebut dilaksanakan sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar TNI AL senantiasa hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam operasi kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.

Komentar