Hari Terakhir Pemilu Rusia Diguncang Serangan Drone, Kilang Minyak Moskow Terbakar

JurnalPatroliNews | Moskow — Gelombang serangan drone dalam skala besar menghantam Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu (20/9/2026), bertepatan dengan hari terakhir pemilihan parlemen Rusia.

Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, merusak bangunan permukiman dan menghantam fasilitas industri minyak di ibu kota Rusia.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat dan ditembak jatuh, dengan sekitar 450 drone disebut mengarah langsung ke Moskow. Ia menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan drone terbesar sejak perang Rusia-Ukraina dimulai.

Moskow Tuduh Serangan Bertujuan Ganggu Pemilu

Sobyanin menuding serangan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pemilu parlemen Rusia yang memasuki hari terakhir.

“Serangan berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Pihak musuh gagal,” kata Sobyanin melalui Telegram, sebagaimana dikutip AFP.

Pemungutan suara parlemen Rusia berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, untuk memilih seluruh 450 kursi Duma Negara.

Serangan drone tersebut berlangsung ketika warga Rusia masih memberikan suara di berbagai wilayah negara itu.

Namun, tudingan bahwa serangan secara khusus ditujukan untuk mengganggu pemilu merupakan klaim pemerintah Rusia. Ukraina tidak menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk mengacaukan proses pemungutan suara.

Korban Tewas Bertambah

Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov sebelumnya melaporkan dua orang tewas dalam serangkaian serangan tersebut.

Korban pertama merupakan seorang perempuan berusia 44 tahun, sedangkan korban lainnya seorang pria lanjut usia. Keduanya dilaporkan meninggal di lokasi berbeda.

Namun, Reuters kemudian melaporkan jumlah korban tewas bertambah menjadi tiga orang setelah satu korban lainnya meninggal di rumah sakit.

Serangan juga menyebabkan kerusakan pada sebuah bangunan apartemen berlantai 21. Kebakaran yang dipicu jatuhnya drone membuat sekitar 400 warga, termasuk 70 anak-anak, dievakuasi dari kawasan terdampak.

Kilang Minyak Moskow Ikut Diserang

Selain kawasan permukiman, fasilitas energi juga menjadi sasaran.

Sobyanin mengatakan sebagian area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan setelah serangan drone.

Fasilitas tersebut merupakan salah satu kilang penting Rusia dan sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan dalam beberapa bulan terakhir. Reuters melaporkan kilang tersebut memproses lebih dari 11 juta ton minyak mentah pada 2024.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut laporan mengenai serangan terhadap fasilitas industri dan logistik Rusia.

“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” tulis Zelensky di X.

Zelensky mengatakan salah satu fasilitas utama industri minyak Rusia dan fasilitas logistik telah terkena serangan, serta menyebut infrastruktur tersebut berkaitan dengan pendanaan perang Rusia.

Serangan Terjadi Saat Pemilu Berlangsung

Serangan drone tersebut menjadi salah satu peristiwa paling menonjol pada hari terakhir pemilu parlemen Rusia.

Pemilu 2026 merupakan pemilihan parlemen pertama Rusia sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

AFP melaporkan hanya partai-partai yang mendukung Presiden Vladimir Putin dan kebijakan perang Kremlin yang mendapat ruang untuk mengikuti pemilu federal. Partai Yabloko, yang menyerukan penghentian perang, dilarang mengikuti daftar federalnya, meski sejumlah kandidatnya masih dapat maju di daerah pemilihan tertentu.

Pemungutan suara juga dilakukan di sejumlah wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia dan diklaim Moskow sebagai bagian dari wilayahnya. Ukraina dan negara-negara lain menolak klaim tersebut.

Rusia Siapkan Respons

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu proses politik melalui serangan tersebut.

Moskow kemudian menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap sasaran militer di Kyiv sebagai respons.

AFP melaporkan Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan itu sebagai upaya untuk mengganggu “kehendak demokratis” warga Rusia dan memperingatkan adanya peningkatan serangan terhadap sasaran militer di Kyiv.

Sementara itu, Ukraina sebelumnya telah meningkatkan penggunaan drone jarak jauh untuk menyerang infrastruktur Rusia, khususnya fasilitas energi dan industri yang dianggap memiliki nilai strategis.

Kesepakatan Soal Infrastruktur Energi Dipertanyakan

Serangan terbaru juga terjadi setelah muncul pernyataan mengenai kesepakatan untuk tidak menyerang fasilitas energi masing-masing.

Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa serangan terhadap infrastruktur strategis masih berlangsung.

Reuters melaporkan serangan terhadap kilang Moskow terjadi meski sebelumnya terdapat pembicaraan mengenai penghentian serangan terhadap fasilitas energi.

Pada saat yang sama, Rusia juga terus melancarkan serangan udara terhadap wilayah Ukraina. Reuters melaporkan serangan drone Rusia di wilayah Kyiv pada periode yang sama menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk tiga anak-anak.

Pemilu dan Perang Berlangsung Bersamaan

Serangan drone di Moskow memperlihatkan bagaimana perang Rusia-Ukraina semakin berdampak langsung terhadap wilayah yang jauh dari garis depan.

Di satu sisi, Rusia menyelesaikan pemilu parlemen yang berlangsung selama tiga hari. Di sisi lain, serangan drone dalam jumlah besar mencapai ibu kota dan kawasan industri strategis.

Bagi Kremlin, serangan tersebut menjadi alasan untuk menegaskan ancaman keamanan dan kemungkinan peningkatan operasi militer. Bagi Kyiv, serangan jarak jauh terhadap infrastruktur Rusia merupakan bagian dari upaya menekan kemampuan ekonomi dan logistik Moskow.

Hingga kini, kedua pihak tetap memiliki versi berbeda mengenai sasaran dan tujuan serangan.

Yang terkonfirmasi adalah serangan drone dalam skala besar terjadi di wilayah Moskow pada 20 September, fasilitas kilang minyak mengalami kerusakan, bangunan permukiman terdampak, dan tiga orang dilaporkan tewas berdasarkan pembaruan Reuters.

Komentar