JurnalPatroliNews | New York — Jakarta membawa agenda investasi ke panggung internasional. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memanfaatkan forum Urban 20 (U20) Mayoral Plenary di New York untuk memperkenalkan 37 proyek pengembangan kota dengan potensi investasi mencapai US$7 miliar kepada mitra kota, dunia usaha, dan investor global.
Di hadapan para pemimpin kota dunia yang berkumpul di Civic Hall, New York, Minggu (20/9/2026), Pramono tidak hanya memaparkan agenda pembangunan Jakarta, tetapi juga menunjukkan kinerja ekonomi ibu kota sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor.
Menurut keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen, sementara inflasi berada di level 2,5 persen. Dalam enam bulan pertama 2026, investasi yang masuk ke Jakarta disebut telah mencapai US$10,5 miliar.
“Di tengah dunia yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi, Jakarta tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Pada triwulan II tahun ini, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,52 persen dengan inflasi tetap rendah di level 2,5 persen. Stabilitas ini telah mendorong masuknya investasi sebesar 10,5 miliar dolar AS ke Jakarta hanya dalam enam bulan,” kata Pramono.
37 Proyek Dibawa ke Panggung Internasional
Pramono kemudian membuka peluang kerja sama investasi melalui proyek-proyek pengembangan kota yang telah disiapkan Jakarta.
“Jakarta siap membuka peluang investasi melalui 37 proyek pengembangan kota dengan potensi nilai investasi sebesar 7 miliar dolar AS. Kami mengundang para mitra kota, dunia usaha, dan mitra global untuk tidak hanya berinvestasi di Jakarta, tetapi juga bersama-sama membangun masa depan kota kita,” ujar Pramono.
Angka tersebut sebelumnya juga muncul dalam agenda Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. Pemprov DKI menyebut 37 proyek tersebut memiliki nilai indikatif sekitar Rp115 triliun atau setara US$7 miliar.
Proyek-proyek tersebut mencakup sejumlah kawasan prioritas Jakarta, antara lain Ragunan, Ancol–Jakarta International Stadium (JIS), Blok M–ASEAN, Kota Tua–Harmoni, Cawang Hub, Dukuh Atas, Waduk Melati, Monas, Pasar Baru, Cikini, Grogol–Petamburan, Velodrome, hingga Kepulauan Seribu dan kawasan pesisir Jakarta.
Dengan membawa daftar proyek tersebut ke forum U20, agenda investasi Jakarta ditempatkan dalam konteks pembangunan kota, kerja sama antarkota, serta kemitraan internasional.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Modal Promosi
Paparan Pramono di New York juga menempatkan kinerja ekonomi sebagai bagian dari pesan investasi Jakarta.
Sebelumnya, Pemprov DKI mencatat realisasi investasi Jakarta meningkat dari Rp103,3 triliun pada 2021 menjadi Rp270,9 triliun pada 2025. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi disebut mencapai Rp173,6 triliun atau sekitar 17,2 persen dari total investasi nasional.
Data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menunjukkan perkembangan iklim investasi Jakarta sekaligus memperkenalkan peluang pembangunan kota kepada mitra internasional.
Dalam agenda JIF 2026, Pemprov DKI juga menekankan pentingnya pelayanan yang transparan, kemudahan perizinan dan kepastian bagi pelaku usaha sebagai bagian dari penguatan iklim investasi.
U20 Bahas Masa Depan Kota Global
Forum tempat Pramono menyampaikan paparan tersebut merupakan bagian dari Urban 20 Mayors Summit 2026, forum yang mempertemukan pemimpin kota-kota besar dunia.
Pemprov DKI menyebut U20 merupakan engagement group G20 yang menjadi ruang bagi para pemimpin kota untuk menyampaikan perspektif dan rekomendasi mengenai persoalan perkotaan. Tahun ini, forum berlangsung di New York pada 19–21 September 2026.
Dalam sidang pleno, Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani sebagai tuan rumah menyampaikan sejumlah tema utama U20 2026.
Agenda tersebut mencakup perumahan terjangkau dan tunawisma; aksi iklim, keberlanjutan dan ketahanan kota; serta perlindungan komunitas imigran dan mobilitas manusia.
Tema-tema tersebut menempatkan isu investasi kota dalam konteks yang lebih luas, yakni bagaimana pembangunan perkotaan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan sosial, lingkungan, mobilitas, dan ketahanan kota.
Jakarta Dorong Investasi Berbasis Kolaborasi
Kehadiran Jakarta di forum U20 juga menjadi bagian dari agenda memperluas kerja sama antarkota.
Sebelum berangkat ke New York, Pemprov DKI menyampaikan bahwa Pramono dijadwalkan bertemu langsung dengan Zohran Mamdani. Pertemuan bilateral tersebut dirancang untuk membahas peluang kerja sama Jakarta–New York, antara lain transportasi publik, kualitas udara, pengelolaan air dan ketahanan pesisir, pengelolaan sampah, serta keterjangkauan harga pangan.
Dengan demikian, kunjungan Pramono tidak hanya diarahkan untuk mempromosikan proyek investasi, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan kerja sama dalam pengelolaan kota.
Dari Proyek ke Kemitraan Global
Bagi Jakarta, forum U20 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan arah pembangunan kota kepada komunitas internasional.
Tawaran 37 proyek dengan potensi US$7 miliar menjadi salah satu materi utama yang dibawa Pramono. Sementara capaian pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi digunakan sebagai gambaran mengenai kondisi ekonomi Jakarta.
Pemprov DKI sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan kota juga diarahkan melalui skema kolaborasi dan kemitraan sehingga pembiayaan pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Di New York, pesan yang dibawa Jakarta kemudian bertemu dengan agenda U20 yang lebih luas: pembangunan kota yang berkelanjutan, ketahanan menghadapi perubahan iklim, mobilitas manusia, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Forum U20 Mayoral Summit 2026 sendiri diharapkan menghasilkan dokumen kesepakatan dan rekomendasi kebijakan bersama para pemimpin kota untuk mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan.














Komentar