Polisi Wanita 43 Negara Berkumpul di Bali, Delegasi Nigeria: “Saya Senang Berada di Sini”

JurnalPatroliNews | Denpasar — Pulau Bali kembali menjadi ruang pertemuan internasional. Kali ini, ratusan polisi wanita dari berbagai negara berkumpul dalam International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 yang berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 20–24 September 2026.

Bagi para delegasi, kehadiran di Bali bukan hanya kesempatan mengikuti forum kepolisian internasional, tetapi juga menjadi pengalaman mengenal langsung budaya dan keramahan Indonesia.

Salah satunya dirasakan Veronica, delegasi Nigeria. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan IAWP, termasuk Parade of Nations.

Veronica bahkan secara khusus menyiapkan seragam upacara yang dikenakannya dalam parade tersebut. Baginya, pakaian dinas itu menjadi bagian penting dari identitas negaranya yang ingin ditampilkan dalam forum internasional.

“Kali ini saya mengenakan seragam upacara kami nomor 2. Saya sangat antusias sekali,” ujar Veronica.

Antusiasme Veronica semakin lengkap karena untuk pertama kalinya ia dapat merasakan langsung suasana Bali. Bersama sejumlah delegasi Nigeria lainnya, ia menikmati kesempatan berada di salah satu destinasi wisata yang telah dikenal luas di dunia.

“Karena ada ungkapan yang mengatakan, kunjungi Bali sebelum kamu meninggal. Saya senang berada di sini,” katanya.

Polda Bali Perkuat Pengamanan

Di balik suasana konferensi yang berlangsung semarak, Polda Bali menyiapkan pengamanan berlapis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy mengatakan pengamanan IAWP Conference 2026 menjadi perhatian khusus karena kegiatan tersebut melibatkan peserta dari puluhan negara.

Menurutnya, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan menerapkan pola pengamanan ring 1, ring 2, dan ring 3. Seluruh skema tersebut disiapkan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).

“Pengamanan dilaksanakan sesuai SOP, sebab nama baik Kepolisian Republik Indonesia dipertaruhkan di mata dunia. Jadi Polda Bali melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup dengan pola ring 1, ring 2, dan ring 3,” kata Ariasandy di Mapolda Bali, Rabu (23/9/2026).

Ia menegaskan pengamanan tidak hanya diarahkan pada kelancaran agenda konferensi, tetapi juga memberikan rasa aman kepada para delegasi selama berada di Bali.

“Kami ingin para delegasi dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman. Mereka datang ke Bali untuk menjalankan agenda internasional sekaligus menikmati keramahan Pulau Dewata,” ujarnya.

Event Internasional dan Perputaran Ekonomi Bali

Kehadiran delegasi mancanegara juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Bali. Pergerakan peserta selama pelaksanaan konferensi turut bersentuhan dengan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner hingga pusat perbelanjaan dan industri pariwisata.

Ariasandy mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya agenda internasional tersebut.

“Dengan terselenggaranya event IAWP ini, tentunya akan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat Bali. Mari kita jaga keamanan Bali sehingga semakin ramai dikunjungi wisatawan,” tegasnya.

Menurutnya, keamanan Bali bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Peran masyarakat juga dibutuhkan untuk mempertahankan suasana aman, tertib, dan ramah bagi para tamu dari berbagai negara.

Bagi para delegasi, pengalaman selama berada di Bali pada akhirnya tidak hanya diukur dari suksesnya konferensi. Keramahan masyarakat, keamanan, serta suasana Pulau Dewata turut menjadi bagian dari kesan yang akan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari Bali untuk dunia, sebuah forum kepolisian internasional sekaligus menjadi momentum memperlihatkan wajah Indonesia yang aman, terbuka, dan ramah kepada masyarakat global. (Sarjana)

Komentar