JurnalPatroliNews | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).
Upacara kenegaraan tersebut berlangsung di lokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjalanan bangsa, khususnya peristiwa Gerakan 30 September (G30S) dan gugurnya sejumlah perwira Angkatan Darat pada 1965.
Presiden Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Ia tiba di kompleks Monumen Pancasila Sakti sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menerima laporan dari Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran Kabinet Merah Putih turut hadir dalam prosesi tersebut.
Rangkaian upacara diawali dengan salam kebangsaan dan penghormatan. Komandan Upacara Kolonel Marinir Edo Sidharta Halilintar kemudian menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo.
Suasana khidmat mengiringi prosesi ketika Presiden mengajak seluruh peserta upacara mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa, termasuk para Pahlawan Revolusi.
“Untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan para pejuang bangsa dan terutama pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai,” ujar Prabowo.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Selanjutnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan ikrar Pancasila yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan ikrar.
Doa menjadi bagian penutup rangkaian utama upacara yang dibacakan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober tidak sekadar menjadi agenda rutin kenegaraan. Pelaksanaannya di Monumen Pancasila Sakti juga menghadirkan kembali ingatan sejarah mengenai perjalanan bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
Lubang Buaya menjadi salah satu lokasi penting dalam catatan sejarah Indonesia. Karena itu, kehadiran Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran pejabat negara dalam upacara tersebut sekaligus menegaskan dimensi kenegaraan dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika kehidupan nasional.















Komentar