JurnalPatroliNews | Taipei — Taiwan resmi menerima dua unit pertama jet tempur F-16V Block 70 buatan Lockheed Martin dari Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026). Kedatangan pesawat tersebut menandai dimulainya pengiriman dari total 66 unit yang dibeli Taipei melalui program pengadaan senilai sekitar US$8 miliar.
Dua pesawat tempur tersebut mendarat di Chihhang Air Base, Taitung, sekitar tengah hari waktu setempat. Pengiriman ini menjadi bagian dari proyek “Peace Phoenix Soaring” yang dibiayai Taiwan dengan anggaran sekitar NT$247,2 miliar atau sekitar US$8 miliar untuk 66 F-16V Block 70.
Program pengadaan itu sebelumnya telah mengalami penundaan. Setelah melalui sejumlah tahapan produksi dan pengujian, dua unit pertama akhirnya diberangkatkan menuju Taiwan melalui rute Hawaii dan Guam sebelum tiba di pangkalan udara Taitung.
Bukan Sekadar Menambah Jumlah Pesawat
F-16V Block 70 merupakan generasi terbaru dari keluarga F-16 yang membawa peningkatan besar pada sistem avionik, radar, peperangan elektronik dan kemampuan persenjataan.
Menurut laporan Central News Agency (CNA), pesawat tersebut dilengkapi radar AN/APG-83 Active Electronically Scanned Array (AESA) serta sistem peperangan elektronik AN/ALQ-254(V)1 Viper Shield. Pesawat juga menggunakan mesin General Electric F110-GE-129 dan memiliki kemampuan membawa bahan bakar maupun persenjataan dalam konfigurasi yang lebih besar.
Kehadiran dua unit pertama dengan demikian bukan hanya penambahan platform udara baru, tetapi juga bagian dari peningkatan kemampuan sensor, kesadaran situasional dan daya tempur Angkatan Udara Taiwan.
Setelah seluruh 66 unit diterima, jumlah keseluruhan F-16 Taiwan diproyeksikan melampaui 200 pesawat apabila digabung dengan armada F-16 yang sudah ada dan telah menjalani program peningkatan.
Taiwan Perkuat Pertahanan dari Ancaman Regional
Pengadaan F-16V berlangsung ketika aktivitas militer China di sekitar Taiwan menjadi salah satu faktor utama dalam perencanaan pertahanan Taipei.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencapai penyatuan. Sementara itu, Taiwan mempertahankan pemerintahan sendiri dan terus memperkuat kapasitas pertahanannya.
Reuters melaporkan pengiriman F-16V tersebut dipandang sebagai tambahan kemampuan bagi Taiwan dalam menghadapi aktivitas militer China yang berlangsung secara rutin di sekitar pulau tersebut.
Penempatan pesawat baru di Chihhang Air Base, Taitung, juga memiliki arti penting dalam struktur pertahanan udara Taiwan. Basis tersebut berada di pesisir timur pulau dan sebelumnya digunakan antara lain untuk mendukung kegiatan pelatihan.
CNA melaporkan kehadiran F-16V di pangkalan tersebut akan memperkuat kemampuan udara Taiwan di kawasan Hualien-Taitung sekaligus memberi tambahan opsi menghadapi manuver udara dan laut di sekitar pulau.
Kesepakatan Dibuat Sejak 2019
Pengadaan 66 F-16V baru tersebut bermula ketika Departemen Luar Negeri AS pada Agustus 2019 menyetujui penjualan 66 pesawat tempur F-16C/D Block 70 kepada Taiwan dengan estimasi nilai sekitar US$8 miliar.
Kesepakatan itu merupakan salah satu penjualan alutsista utama AS kepada Taiwan dan dirancang untuk memperkuat kemampuan pertahanan pulau tersebut.
Bagi Taiwan, pemilihan F-16V juga memiliki pertimbangan kesinambungan operasional. Pilot dan teknisi Taiwan sebelumnya telah memiliki pengalaman panjang mengoperasikan keluarga F-16 sehingga transisi ke varian baru relatif mengikuti ekosistem yang sudah tersedia.
Pengiriman Sempat Mengalami Keterlambatan
Kedatangan dua pesawat pertama sejatinya berlangsung setelah jadwal pengiriman mengalami beberapa kali perubahan.
Pesawat pertama dijadwalkan tiba lebih awal, tetapi proses pengiriman tertunda akibat sejumlah persoalan produksi dan rantai pasok, termasuk pemindahan serta penataan kembali lini produksi dan persoalan perangkat lunak.
Pada September, dua pesawat tersebut juga sempat berada di Hawaii sebelum melanjutkan perjalanan menuju Guam dan Taiwan. CNA mencatat keduanya menjalani pemeriksaan cukup lama di Hawaii sebelum meneruskan penerbangan menuju Taiwan.
Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan pesawat F-16V lainnya akan terus dikirim dan ditargetkan ada tambahan unit sebelum akhir 2026. Namun, ia tidak memberikan jumlah maupun jadwal rinci untuk setiap pengiriman.
Menunggu Paket Persenjataan US$14 Miliar
Di tengah dimulainya pengiriman F-16V, Taiwan masih menunggu keputusan Washington terkait paket persenjataan lain yang nilainya sekitar US$14 miliar.
Paket tersebut dilaporkan mencakup sistem pertahanan udara, termasuk Patriot, serta komponen integrasi pertahanan udara. Hingga akhir September, Menteri Pertahanan Wellington Koo menyatakan komunikasi dengan Washington tetap berlangsung, tetapi paket tersebut belum mendapatkan persetujuan final.
Koo juga menyatakan kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan disebut belum berubah, meskipun sejumlah proses pengadaan masih berjalan dan beberapa pengiriman mengalami keterlambatan.
Babak Baru Modernisasi Udara Taiwan
Kedatangan dua F-16V Block 70 menjadi tahap awal dari program yang jauh lebih besar. Dengan 64 unit lainnya masih menunggu pengiriman, perhatian kini tertuju pada kemampuan Lockheed Martin dan pemerintah AS memenuhi jadwal produksi serta pengiriman berikutnya.
Di sisi Taiwan, F-16V akan menjadi salah satu elemen penting dalam struktur pertahanan udara yang menggabungkan pesawat tempur, radar, sistem pertahanan udara dan kemampuan persenjataan lainnya.
Dengan demikian, pengiriman 2 Oktober 2026 bukan hanya soal dua pesawat yang mendarat di Taitung. Peristiwa tersebut merupakan penanda dimulainya fase baru modernisasi armada tempur Taiwan sekaligus bagian dari dinamika keamanan yang terus berkembang di kawasan Asia Timur.













Komentar