Persiapan Masuk TNI-Polri Tak Bisa Asal, Ini yang Digali Haji Ninong dari Kolonel Edward

JurnalPatroliNews | Kotamobagu — Mempersiapkan anak untuk meraih cita-cita menjadi prajurit TNI atau anggota Polri membutuhkan perencanaan, pembinaan, dan pendampingan orang tua sejak dini. Hal inilah yang mendorong tokoh masyarakat Kotamobagu, Sudirman Sulaiman, yang akrab disapa Haji Ninong, menemui Kolonel Kav. Edward Sitorus di Bandung beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan kesempatan bagi Haji Ninong untuk menggali pengalaman, memperoleh motivasi, serta meminta pandangan mengenai langkah yang perlu disiapkan bagi anak yang ingin meniti karier di institusi TNI maupun Polri.

Menurut Haji Ninong, dukungan orang tua tidak cukup hanya diwujudkan melalui doa dan harapan. Diperlukan pula pemahaman yang memadai mengenai proses seleksi, pembentukan karakter, serta kesiapan fisik dan mental agar anak dapat mempersiapkan diri secara terarah.

Atas pertimbangan tersebut, ia memilih berdiskusi langsung dengan Edward Sitorus, perwira TNI Angkatan Darat yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kehidupan militer dan persiapan menjadi prajurit.

“Persiapan yang baik harus dilakukan secara wajar dan terukur, dengan tetap mengikuti seluruh ketentuan serta mekanisme seleksi resmi yang berlaku,” ujar Haji Ninong.

Dalam pertemuan itu, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kebugaran fisik, ketahanan mental, kemampuan akademik, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter. Seluruhnya perlu dikembangkan secara seimbang agar anak memiliki kesiapan yang sesuai dengan persyaratan seleksi.

Haji Ninong juga memandang pentingnya pendampingan keluarga yang tidak berlebihan. Anak perlu mendapatkan motivasi dan kesempatan mengembangkan potensinya tanpa tekanan yang justru dapat menghambat proses belajar serta pembentukan kepribadian.

Ia berharap pengalaman dan masukan dari Kolonel Edward Sitorus dapat menjadi bekal untuk mendampingi anak dalam merencanakan masa depannya.

“Kami berharap nasihat dan pengalaman yang diperoleh dari Kolonel Edward Sitorus dapat menjadi bekal untuk memberikan pendampingan yang lebih baik kepada anak,” ungkapnya.

Selain pengalaman di lingkungan militer, Edward Sitorus dikenal aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi. Melalui YouTube dan TikTok, ia membagikan konten seputar kehidupan prajurit, kedisiplinan, pembinaan diri, serta informasi bagi generasi muda yang tertarik mengabdikan diri melalui TNI.

Dengan jumlah pengikut sekitar 800 ribu, aktivitasnya di ruang digital turut memperluas jangkauan informasi mengenai dunia kemiliteran kepada masyarakat, termasuk kalangan orang tua.

Meski demikian, informasi dari media sosial tetap perlu dilengkapi dengan rujukan resmi. Calon peserta dan keluarga harus memastikan seluruh persyaratan serta tahapan penerimaan melalui kanal resmi institusi terkait.

Pertemuan di Bandung tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Haji Ninong dalam mendukung cita-cita anak. Baginya, masa depan perlu dipersiapkan melalui pembinaan yang konsisten, kedisiplinan, dan pemahaman yang tepat, tanpa mengabaikan mekanisme seleksi resmi yang berlaku.

Komentar