JurnalPatroliNews | Melawi, Kalimantan Barat – Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi tahun 2026 menjadi perhatian publik menjelang pengumuman hasil akhir. Ketua Lumbung Informasi Borneo Act Sweep (LIBAS), Jasli, meminta panitia seleksi (pansel) mengedepankan profesionalisme, objektivitas, serta integritas dalam menentukan pejabat yang akan menduduki jabatan strategis tersebut.
Menurut informasi yang disampaikan Jasli, proses seleksi yang diikuti sembilan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi disebut telah mengerucut menjadi empat kandidat per 12 Oktober 2026. Namun, nama-nama kandidat dan perkembangan resmi tahapan seleksi masih perlu dikonfirmasi kepada panitia seleksi.
Seleksi tersebut dilakukan untuk mencari pengganti Sekda Melawi, Drs. Paulus, yang dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada 1 November 2026.
Jasli menilai penentuan Sekda tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif. Menurutnya, calon yang terpilih harus memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi birokrasi, integritas, serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jabatan Strategis yang Menentukan Arah Birokrasi
Sekretaris daerah memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan kabupaten. Selain membantu kepala daerah dalam mengoordinasikan perangkat daerah, Sekda berperan dalam administrasi pemerintahan, pembinaan aparatur, serta koordinasi perencanaan dan pengelolaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, jabatan Sekda merupakan jabatan karier yang menuntut profesionalisme dan tidak semestinya dijadikan instrumen kepentingan politik praktis.
Jasli menegaskan bahwa pejabat yang terpilih harus mampu menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan secara efektif, menjaga tata kelola birokrasi, serta memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai perencanaan.
Menurutnya, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan integritas agar Sekda dapat menjadi penggerak birokrasi yang dipercaya oleh masyarakat.
LIBAS Soroti Rekam Jejak dan Integritas Kandidat
Dalam mencermati proses seleksi, Jasli menyampaikan bahwa rekam jejak para kandidat perlu menjadi perhatian serius. Ia menilai pemberitaan publik, evaluasi kinerja, dan informasi mengenai dugaan persoalan hukum yang pernah muncul perlu ditelaah secara proporsional oleh pansel.
Jasli mengingatkan agar setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan korupsi atau persoalan integritas diverifikasi berdasarkan fakta dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemberitaan atau tuduhan yang beredar tidak dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang bersalah.
Menurutnya, penilaian terhadap kandidat harus dilakukan secara adil, konsisten, dan berdasarkan indikator yang jelas, termasuk kompetensi, prestasi kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta rekam jejak pelayanan publik.
“Pansel harus bekerja secara selektif, profesional, dan objektif. Jabatan Sekda merupakan jabatan karier yang strategis, sehingga integritas dan kemampuan calon harus menjadi pertimbangan utama,” demikian inti penekanan Jasli dalam keterangannya.
Pansel Diminta Bebas dari Intervensi Politik
Jasli juga berharap seluruh proses seleksi berlangsung transparan dan terhindar dari intervensi pihak mana pun. Menurutnya, keputusan akhir harus didasarkan pada hasil penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan kedekatan personal maupun kepentingan kelompok tertentu.
Ia menilai independensi pansel menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses pengisian jabatan Sekda Melawi.
Masyarakat, lanjutnya, membutuhkan sosok pemimpin birokrasi yang mampu bekerja secara amanah, mengedepankan kepentingan daerah, serta berani memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.
Seleksi yang objektif juga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh kandidat berdasarkan kompetensi dan persyaratan jabatan.
Publik Menanti Sekda yang Berintegritas
Menjelang berakhirnya masa tugas Sekda saat ini, perhatian masyarakat tertuju pada sosok yang nantinya dipercaya mengoordinasikan jalannya birokrasi Pemerintah Kabupaten Melawi.
Bagi LIBAS, pengisian jabatan tersebut bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan akuntabilitas pemerintahan, dan mendorong pembangunan daerah.
Jasli berharap pansel benar-benar mempertimbangkan kemampuan, integritas, serta rekam jejak setiap kandidat sebelum menetapkan hasil akhir.
Masyarakat Melawi pun berharap Sekda terpilih mampu menjaga kepercayaan publik, memperkuat koordinasi ant perangkat daerah, dan memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai prinsip transparansi, profesionalisme, serta bebas dari praktik korupsi.
Hasil seleksi nantinya diharapkan melahirkan pemimpin birokrasi yang mampu membawa Kabupaten Melawi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pembangunan yang semakin maju.















Komentar