JurnalPatroliNews | Bali — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai turun langsung memantau sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus memastikan situasi sosial masyarakat tetap terkendali.
Pigai menyatakan distribusi BBM di Bali sejak sehari sebelumnya hingga Minggu, 18 Oktober 2026, terpantau aman. Ia mengaku melakukan pemantauan intensif selama beberapa hari, bahkan hingga dini hari, guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gejolak sosial.
“Mulai kemarin dan hari ini semua distribusi BBM di Bali aman. Saya keliling selama 3 hari tidur jam 5 pagi memantau situasi agar tidak terjadi gejolak sosial,” kata Pigai, Minggu sore, 18 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pigai juga membagikan video yang memperlihatkan dirinya mendatangi sejumlah SPBU. Ia tampak berdialog langsung dengan petugas di lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi antrean dan pengamanan di lokasi.
Salah satu momen dalam video itu memperlihatkan Pigai berbincang dengan seorang personel TNI yang berjaga di SPBU Pertamina. Ia menanyakan kondisi terkini di lokasi tersebut.
“Dek-dek, gimana kondisi?” tanya Pigai.
“Kondisi ya seperti ini, Bapak,” jawab personel TNI tersebut sembari memperlihatkan antrean pembeli yang masih panjang.
Pigai kemudian menanyakan durasi penjagaan yang dilakukan personel tersebut.
“Kira-kira sampai kapan, sampai jam berapa?” tanya Pigai.
“Ini kita standby sampai jam 6 pagi sampai bisa lewat, Bapak,” jawab anggota TNI itu.
“Saya lagi sedang kontrol,” ujar Pigai menjelaskan kehadirannya di lokasi.
Kunjungan tersebut menunjukkan upaya pemantauan langsung terhadap situasi di lapangan. Meski Pigai menyebut distribusi BBM berjalan aman, keberadaan antrean panjang memperlihatkan bahwa kondisi di sejumlah SPBU tetap perlu dicermati secara langsung.
Pigai juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali yang dinilainya memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga ketertiban dan stabilitas sosial. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Terima kasih masyarakat Bali yang tinggi dalam kesadaran bernegara dan menjaga kondisi sosial kemasyarakatan yang aman dan tertib,” tuturnya.
Pernyataan Pigai mengenai kondisi distribusi BBM tersebut menjadi gambaran hasil pemantauan yang disampaikannya. Untuk memperoleh gambaran menyeluruh, kondisi pasokan, kelancaran distribusi, dan panjang antrean di masing-masing SPBU tetap perlu dilihat berdasarkan situasi aktual di lapangan.















Komentar