Antrean BBM Picu Kemacetan di Bali, Pertamina Ungkap Kendala Kapal Tanker

JurnalPatroliNews | Bali – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan. Kondisi yang mencuat sejak Minggu (11/10/2026) dan berlanjut hingga Selasa (13/10/2026) tersebut terutama dilaporkan terjadi di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung.

Menanggapi situasi itu, Gubernur Bali Wayan Koster bersama PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas antrean panjang dan keterlambatan pelayanan yang terjadi.

Koster menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, pasokan BBM untuk Bali dipastikan tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah bersama perusahaan energi tersebut kini berfokus mempercepat penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU.

Sejumlah SPBU yang dilaporkan mengalami antrean panjang antara lain SPBU Kapal, Werdi Bhuwana, Sangeh, Lukluk, dan Dalung Permai di Kabupaten Badung. Antrean serupa juga terjadi di kawasan Sesetan dan Renon, Denpasar, serta meluas hingga Tabanan, Gianyar, dan Jembrana.

Di jalur Buduk–Dalung, Kabupaten Badung, antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar satu kilometer dan berdampak pada kelancaran lalu lintas.

Koster Pastikan Pasokan BBM Tersedia

Dalam rapat koordinasi bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri pada Selasa (13/10/2026), Koster menjelaskan bahwa pasokan BBM telah disiapkan melalui kedatangan kapal tanker di Terminal BBM Manggis dan Sanggaran.

Pasokan tambahan untuk jenis Pertalite dan Pertamax juga dijadwalkan tiba secara bertahap guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Sebenarnya masyarakat tidak perlu panik karena pasokan dipastikan tersedia dan cukup,” ujar Koster.

Untuk mempercepat distribusi, terminal BBM direncanakan beroperasi penuh selama 24 jam. Jam pelayanan SPBU di wilayah Denpasar dan Badung juga ditingkatkan agar penyaluran kepada konsumen dapat berlangsung lebih optimal.

Pertamina turut menambah armada mobil tangki pengangkut BBM dari depot menuju SPBU, dari sebelumnya 90 unit menjadi 105 unit.

Selain penambahan armada, Pemerintah Provinsi Bali berkoordinasi dengan Polda Bali untuk mengupayakan pengawalan lalu lintas bagi mobil tangki. Langkah tersebut ditujukan untuk memperlancar perjalanan armada pengangkut sehingga pasokan dapat segera menjangkau SPBU yang membutuhkan.

Masyarakat Diminta Tidak Melakukan Panic Buying

Di tengah antrean yang terjadi, Koster mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying, terutama apabila persediaan bahan bakar di kendaraan masih mencukupi.

Menurutnya, pembelian secara serentak dalam jumlah besar dapat mempercepat habisnya stok di SPBU tertentu dan memperpanjang antrean kendaraan.

“Jadi tidak harus semua membeli di hari dan jam yang sama agar tidak terjadi antrean panjang. Stok aman dan tidak perlu khawatir karena BBM-nya ada,” imbau Koster.

Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap tenang sembari menunggu proses percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina. Kelancaran penyaluran menjadi faktor penting agar pasokan dapat tersedia secara lebih merata di berbagai wilayah Bali.

Dirut Pertamina Sampaikan Permohonan Maaf

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pelayanan BBM yang menimbulkan antrean panjang dalam beberapa hari terakhir.

Simon menjelaskan bahwa salah satu kendala teknis yang memengaruhi jadwal pasokan berkaitan dengan masalah pada jangkar kapal tanker saat hendak melakukan pembongkaran muatan.

Akibat kendala tersebut, proses pembongkaran yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 06.30 WITA baru dapat terlaksana sekitar pukul 22.00 WITA.

“Saya selaku Direktur Utama menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean panjang yang kita alami bersama beberapa hari ini,” ungkap Simon.

Pertamina menyatakan akan memperkuat pasokan dan mempercepat distribusi BBM dari terminal menuju SPBU. Penambahan tenaga operator juga disiapkan untuk mendukung pelayanan SPBU selama 24 jam.

Perusahaan menargetkan perluasan operasional SPBU 24 jam ke wilayah Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari berikutnya, sesuai rencana yang disampaikan dalam materi pemberitaan.

Pemulihan Distribusi Menjadi Fokus

Meskipun pasokan secara umum dinyatakan aman, ketersediaan BBM di masing-masing SPBU dan kelancaran distribusi tetap menjadi perhatian. Percepatan penyaluran diharapkan dapat mengurangi antrean sekaligus memulihkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang terdampak kemacetan.

Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bali, Pertamina, dan kepolisian menjadi bagian penting dalam upaya penanganan tersebut. Masyarakat pun diimbau mengikuti informasi resmi dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berlangsung lebih tertib.

JurnalPatroliNews akan terus memantau perkembangan distribusi BBM di Bali berdasarkan informasi resmi dari pihak terkait.

Komentar