108 Mobil Tangki Dikerahkan! Pertamina Genjot Distribusi BBM di Bali

JurnalPatroliNews | Denpasar – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah percepatan pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Sejumlah strategi distribusi disiapkan, mulai dari penambahan armada mobil tangki, pengerahan personel lintas daerah, pengoperasian terminal selama 24 jam, hingga optimalisasi pasokan melalui kapal pengangkut BBM.

Langkah tersebut ditempuh untuk mempercepat penyaluran bahan bakar ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan yang masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Dewata.

Dalam upaya memperkuat distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 unit mobil tangki. Jumlah tersebut terdiri atas 99 unit armada reguler dan sembilan unit armada tambahan melalui skema spot charter.

Operasional armada didukung 465 Awak Mobil Tangki (AMT), dengan rincian 365 personel siaga dan 100 personel bantuan yang didatangkan dari luar daerah.

Terminal BBM Beroperasi Penuh 24 Jam

Selain memperkuat armada dan tenaga kerja, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis agar berjalan selama 24 jam penuh.

Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyaluran BBM. Percepatan distribusi juga ditopang kedatangan kapal pengangkut bahan bakar yang telah bersandar, sehingga proses bongkar muat dan pengiriman dapat terus dioptimalkan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penguatan operasional dilakukan secara terpadu untuk mempercepat pemulihan layanan energi di Bali.

“Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan distribusi BBM di Bali melalui penguatan armada mobil tangki, dukungan personel lintas daerah, operasional terminal selama 24 jam, serta optimalisasi pasokan melalui kapal yang telah bersandar. Seluruh upaya ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU, membantu mengurai antrean, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan BBM,” ujar Kitty dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 66 SPBU Disiagakan Buka 24 Jam

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar, Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung agar beroperasi selama 24 jam penuh.

Kebijakan ini diharapkan memberi keleluasaan bagi masyarakat dalam menentukan waktu pengisian BBM sekaligus membantu mendukung pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Dengan jam operasional yang lebih panjang, penyaluran BBM diharapkan dapat berlangsung lebih merata. Meski demikian, kondisi antrean dan ketersediaan bahan bakar di setiap SPBU tetap dapat berbeda sesuai kebutuhan serta perkembangan distribusi di lapangan.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk mencari informasi terbaru sebelum berangkat ke SPBU agar dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi layanan yang tersedia.

Keselamatan Awak Mobil Tangki Tetap Jadi Prioritas

Di tengah percepatan distribusi, Pertamina menegaskan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama. Setiap pengemudi mobil tangki diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan atau fit to work sebelum bertugas.

Selain itu, sistem rotasi jam kerja diberlakukan untuk mengendalikan risiko kelelahan fisik selama operasional berlangsung. Langkah tersebut diperlukan guna menjaga keselamatan awak mobil tangki sekaligus pengguna jalan lainnya.

Penguatan distribusi tidak hanya berorientasi pada kecepatan pengiriman, tetapi juga memastikan seluruh proses pengangkutan dan penyaluran BBM berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Masyarakat Diminta Pantau Informasi SPBU

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat memantau informasi terkini mengenai operasional SPBU terdekat melalui akun Instagram resmi Regional Jatimbalinus, @pertaminabali, sebelum melakukan pengisian BBM.

Melalui penambahan armada, dukungan personel, optimalisasi terminal, dan pengoperasian SPBU selama 24 jam, Pertamina berupaya mempercepat normalisasi distribusi energi di Bali.

Keberhasilan langkah tersebut akan bergantung pada kelancaran pasokan dan penyaluran di lapangan. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi agar memperoleh pembaruan mengenai layanan BBM di wilayah masing-masing.

Komentar