Agrinas Palma Gandeng BNPB, Empat Langkah Strategis Perkuat Pencegahan Karhutla

JurnalPatroliNews | Jakarta – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran, perusahaan BUMN tersebut membangun sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama dalam pemantauan wilayah, pertukaran informasi, kesiapan personel, dan percepatan respons di lapangan.

Penguatan kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani dengan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi di kantor BNPB, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas empat fokus kerja sama. Pertama, pemantauan kondisi lahan secara berkala. Kedua, mempercepat pertukaran informasi terkait potensi kebakaran. Ketiga, meningkatkan kesiapan personel. Keempat, memperkuat koordinasi respons terpadu ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan potensi titik api dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Produktivitas Perkebunan Harus Sejalan dengan Kelestarian Lingkungan

Bagi Agrinas Palma, pencegahan karhutla merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam mengelola perkebunan negara. Pengelolaan aset perkebunan, menurut perusahaan, tidak hanya berorientasi pada pencapaian produksi dan nilai tambah ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta keselamatan pekerja.

Direktur Utama Agrinas Palma Mohammad Abdul Ghani menegaskan, produktivitas perkebunan harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan dan pengendalian risiko operasional.

“Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan penguatan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan tanggung jawab tersebut menjadi perhatian bersama di seluruh wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Agrinas Palma terus memperkuat kesiapsiagaan di wilayah operasional melalui pemetaan area rawan kebakaran, penyiagaan personel, serta penyediaan sarana pendukung penanggulangan karhutla.

Perusahaan juga menempatkan peningkatan pemahaman pekerja sebagai salah satu prioritas. Hal ini dinilai penting karena pekerja yang beraktivitas langsung di kawasan perkebunan memiliki peran strategis dalam mengenali tanda-tanda awal kebakaran dan menyampaikan laporan secara cepat.

Setiap informasi mengenai potensi kebakaran, lanjut Ghani, harus ditindaklanjuti melalui verifikasi faktual, pelaporan transparan, serta respons yang cepat dan terkoordinasi.

“Potensi kebakaran harus diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat dan pekerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan operasional dapat terlindungi,” kata Ghani.

Manfaatkan Teknologi untuk Mempercepat Respons

Komitmen kolaborasi tersebut juga diperkuat melalui peninjauan jajaran Agrinas Palma ke pusat kendali atau command centre BNPB.

Fasilitas tersebut memanfaatkan integrasi data dan teknologi untuk mendukung pemantauan ancaman bencana secara waktu nyata (real-time), mempercepat penyampaian informasi, serta membantu proses pengambilan keputusan dalam penanganan di lapangan.

Pemanfaatan teknologi pemantauan diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pihak-pihak terkait, sehingga informasi mengenai potensi karhutla tidak berhenti pada tahap deteksi, tetapi dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan tingkat risiko.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyambut baik penguatan sinergi tersebut. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat.

“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat. Agrinas Palma memiliki peran penting dalam memastikan kesiapsiagaan di wilayah yang dikelolanya,” ujarnya.

Kristomei juga menekankan pentingnya memastikan informasi hasil pemantauan dapat diteruskan menjadi tindakan nyata di lapangan dengan mempertimbangkan skala prioritas penanganan.

Perkuat Tata Kelola dan Keberlanjutan Perkebunan

Kolaborasi Agrinas Palma dan BNPB sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance dalam pengelolaan perkebunan.

Melalui manajemen risiko yang profesional dan akuntabel, perusahaan berupaya menjaga produktivitas kebun sekaligus meminimalkan potensi kerugian akibat kebakaran. Perlindungan lahan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas operasional dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Upaya tersebut sejalan dengan misi Agrinas Palma dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan hilirisasi industri, serta pembangunan ekosistem bioenergi.

Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan pengelolaan lahan yang bertanggung jawab. Pencegahan karhutla menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keberlangsungan produksi sekaligus melindungi lingkungan.

Ke depan, Agrinas Palma menyatakan akan terus memperkuat kesiapsiagaan internal dan koordinasi dengan BNPB serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat membangun sistem pencegahan karhutla yang lebih responsif, sekaligus memastikan pengelolaan perkebunan negara berjalan produktif, aman, dan memperhatikan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Komentar