Kisah Deng Jia Xi, Mahasiswi Pemberani Sebelum Ditembak dalam Demo Myanmar

  • Whatsapp
Mahasiswi Deng Jia Xi (Dok Istimewa)

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Kematian seorang mahasiswi Myanmar bernama Deng Jia Xi atau akrab disapa Angel dalam demonstrasi yang menentang kudeta militer di Mandalay menyedot perhatian dan simpati publik baru-baru ini.

Bahkan foto-foto yang menunjukkan Angel saat tengah mengikuti demonstrasi di Myanmar pun menjadi perbincangan hangat dan mendapat banyak respons positif dari publik.

Bacaan Lainnya

Kaus dengan slogan “Everything will be Okay,” yang dikenakan perempuan berusia 19 tahun itu pun menarik perhatian pengguna internet. Hal itu seperti dilansir The Straits Times pada, Jumat (5/3).

Myat Thu (23), salah satu demonstran yang bersama Angel menceritakan kesaksiannya dalam detik-detik sebelum perempuan pemberani itu tewas tertembak oleh polisi Myanmar.

Angel terbunuh oleh tembakan di bagian kepalanya ketika mengikuti aksi protes di jalan-jalan Mandalay-berjuang untuk demokrasi. Dia dengan bangga memilih dalam pemilu Myanmar untuk pertama kalinya 2020 lalu.

Keberanian Myat Thu ditunjukkan ketika menendang pipa air. Sehingga pengunjuk rasa dapat membersihkan gas air mata dari mata mereka, dan yang melemparkan tabung gas air mata kembali ke arah polisi.

“Ketika polisi melepaskan tembakan, dia menyuruh saya ‘Duduk! Duduk! Peluru akan menghantammu. Kamu terlihat seperti berada di atas tegang. Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai seorang kawan,” katanya.

Sebelum penyerangan oleh polisi, sebuah video menunjukkan suara Angel yang terdengar berteriak, “Kami tidak akan lari” dan “darah tidak boleh ditumpahkan”.

“Polisi pertama merespons mereka dengan gas air mata,” sebut Myat Thu, seraya mengungkapkan, “Kemudian peluru datang”.

Foto yang diambil sebelum Angel tewas menunjukkan dirinya tampak berbaring untuk berlindung di samping spanduk protes, dengan kepala yang sedikit terangkat. “Semua orang terpencar,” tutur Myat Thu.

Namun tak berselang lama, Myat Thu mendapati kabar bahwa seorang gadis telah tewas dalam aksi protes.

“Saya awalnya tidak tahu bahwa itu dia (Angel),” jelas Myat Thu, hingga kemudian sebuah foto yang beredar di Facebook menunjukkan Angel yang tampak berbaring di samping korban lain.

Rekan Angel, yaitu Kyaw Zin Hein, membagikan salinan pesan terakhir Angel kepadanya di media sosial. Pesan tersebut berbunyi: “Ini mungkin terakhir kali saya mengatakan ini. Sangat mencintaimu. Jangan lupakan itu”.

Ternyata di Facebook, Angel sempat mengunggah rincian medisnya dan meminta untuk menyumbangkan organ tubuhnya jika dia terbunuh. Pesan duka dan pujian pun membanjiri postingan tersebut.

“Dia gadis yang bahagia, dia mencintai keluarganya dan ayahnya juga sangat mencintainya,” cerita Myat Thu, yang kini bersembunyi.

“Kami tidak dalam perang. Tidak ada alasan untuk menggunakan peluru tajam pada orang. Jika mereka manusia, mereka tidak akan melakukannya.”

Myat Thu, mengenal Angel di kelas taekwondo. Dia pun mengenang gadis berusia 19 tahun itu sebagai seseorang yang pandai dalam seni bela diri serta penari di DA-Star Dance Club Mandalay.

(askara)

Pos terkait