Ada Rahasia Dibalik Serah Terima Kapal Selam Buatan RI, Pejabat Tutup Mulut!

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah Menhan Prabowo Subianto bakal menambah kapal selam anyar dalam waktu dekat. Rencana awal, PT PAL (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai galangkan yang ditugasi merakit kapal selam pesanan Kemenhan bakal menyerahkan secara resmi kapal selam Alugoro pada Desember 2020 ini. Namun belakangan, nampaknya serah terima projek ini menemui ketidakjelasan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Humas Setjen Kemenhan) Djoko Purwanto enggan berbicara banyak saat ditanya Kapal Selam Alugoro apakah jadi diserahterimakan dari PT PAL ke Kemenhan tepat waktu atau akhir Desember 2020.

“Saya belum dapat beritanya,” kata Djoko kepada media, Kamis (3/12).

Djoko juga belum bisa memastikan sejauh mana progres kapal selam Alugoro yang menjadi pesanan dari Kemenhan. PT PAL Indonesia sendiri selaku pembuat masih juga merahasiakan proses persiapan serah terima.

“Belum, belum tahu,” sebut Djoko.

Kadep Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra masih tutup mulut soal perkembangan nasib kapal selam Alugoro. Meski ia mengakui respons publik terhadap kapal selam ini begitu tinggi.

Utario tak bisa menyampaikan kapan penyelesaian pembangunan kapal selam dan pengiriman Alugoro ke Kemenhan. Ia juga belum bisa memastikan apakah pengiriman Alugoro molor sampai tahun depan atau gagal dikirim tahun ini. Ia enggan mengungkapkan apakah proses uji coba Alugoro masih berlangsung atau tidak.

“Alhamdulillah saya juga melihat animo masyarakat juga tinggi. Untuk sekarang saya masih belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut (gagal kirim tahun ini),” katanya.

Ia bilang Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha pada Senin lalu sudah melihat langsung proses soal kapal selam Alugoro di PT PAL, tapi masih dirahasiakan.

“Sekarang kapal posisi di galangan PAL di Surabaya. Ada proses yang dilaksanakan tapi mohon maaf saya tidak bisa merinci kegiatan prosesnya,” katanya.(*/red)

Pos terkait