Kesepakatan Tertunda, Perdana Menteri Australia Bakal Ketemu Presiden Prancis, Bahas Kapal Selam

  • Whatsapp
Kapal Selam Collins Class milik AL Australia (Royal Australian Navy) Net

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Australia akan memperbarui armada kapal selam kelas Collins yang sudah tua karena ragu atas kesepakatan senilai AUS$50 miliar (Rp550 triliun) untuk 12 kapal selam baru yang dibuat oleh pembuat kapal Prancis Naval Group, menurut laporan surat kabar The Australian pada Jumat.

Australia pada tahun 2016 memilih Naval Group untuk membangun armada kapal selam baru untuk menggantikan kapal selam Collins, yang berusia lebih dari dua dekade, dan secara signifikan memperluas militernya untuk melindungi kepentingan strategis dan perdagangan di Asia-Pasifik.

Bacaan Lainnya

Kesepakatan itu, salah satu kesepakatan pertahanan paling menguntungkan di dunia, telah dilanda masalah dan penundaan karena Australia menginginkan sebagian besar manufaktur dan komponen bersumber dari dalam negeri, dikutip dari Reuters, 11 Juni 2021.

Akibat penundaan, pejabat pertahanan Australia bulan lalu mengatakan mereka sedang melakukan perencanaan darurat.

Surat kabar The Australian melaporkan, ada keraguan yang meningkat atas kesepakatan dengan perusahaan Prancis Naval Group, sehingga Menteri Pertahanan Peter Dutton akan memesan reparasi kapal selam kelas Collins yang ada.

“Jelas ada masalah kesepakatan dengan Naval Group,” kata Dutton kepada The Australian.

“Ada kekhawatiran di kedua belah pihak terkait program ini dan saya perlu memastikan bahwa kami memiliki kapasitas terbaik yang tersedia bagi kami,” katanya.

Australia pertama kali membahas penggantian kapal selam kelas Collins yang bermasalah hampir satu dekade lalu. Kapal selam Collins akan pensiun dalam beberapa tahun ke depan.

Yang pertama dari enam kapal selam kelas Collins Australia mencapai akhir masa pakainya pada tahun 2026. Ini beberapa tahun sebelum armada pertama yang baru, versi diesel-elektrik dari kapal selam bertenaga nuklir Barracuda berbobot 5.000 ton milik Naval Group, dijadwalkan akan dikirim. Kapal selam baru terakhir akan beroperasi hingga tahun 2050-an.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison akan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron minggu depan dan keduanya diperkirakan akan membahas kesepakatan kapal selam.

(*/lk)

Pos terkait