Cara Cek Penerima Vaksin Covid-19 Online dan Syaratnya

  • Whatsapp
Untuk mengetahui status apakah sudah terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 atau belum, simak cara cek penerima vaksin online dan syarat mendapatkannya. (Foto: Tangkapan layar web pedulilindungi.id)

JurnalPatroliNews – Jakarta, Masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi dalam program vaksinasi gratis dari pemerintah. Untuk mengetahui status apakah sudah terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 atau belum, bisa mencari tahu dengan cara cek penerima vaksin online melalui website Peduli Lindungi.

Mereka yang kebagian jatah vaksinasi gratis dari pemerintah bakal mendapat SMS dari Peduli Covid. SMS akan mulai dikirimkan dalam beberapa hari mendatang.

Setelah mendapat SMS jatah vaksinasi, pengguna akan diarahkan untuk melakukan registrasi ulang secara elektronik.

Cara Cek Penerima Vaksin

Untuk mengetahui cara mengecek penerima vaksin secara online terbilang cukup sederhana. Berikut tahapannya

Buka situs situs Peduli Lindungi pada link berikut https://pedulilindungi.id/cek-nik.

Masukkan nama lengkap dan tuliskan 16 digit NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) Lanjut lengkapi kode keamanan dan klik tombol ‘Selanjutnya’ Setelah pengunjung laman mengisi NIK dan kode keamanan yang sesuai, maka akan ditampilkan status apakah warga terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 pada periode ini atau belum.

CNNIndonesia.com pun mencoba untuk memasukkan nama lengkap disertai dengan 16 digit nomor KTP untuk memastikan apakah layak menerima vaksin pada periode pertama ini atau belum.

Hasilnya tertulis, “Mohon maaf, Anda dengan NIK 317510511… Saat ini BELUM termasuk calon penerima vaksinasi COVID-19 GRATIS pada periode ini.”

Lalu di bawah notifikasi, terdapat imbauan kepada tenaga kesehatan yang belum termasuk pada tahap gelombang pertama, diminta untuk memeriksa kembali nama lengkap dan NIK dengan benar.

Namun jika merasa data yang dimasukkan sudah benar tetapi hasilnya tetap belum termasuk calon penerima vaksin, tenaga kesehatan (nakes) dipersilakan untuk mengirim email ke alamat [email protected] dengan judul (Subject) email “VAKSIN NAKES_NIK Anda”.

Selain itu, nakes juga diminta untuk melengkapi data seperti nama lengkap, NIK, alamat, nomor hp, tipe nakes, dan lampiran surat keterangan dari Kepala Fasilitas Layanan Kesehatan (FASYANKES) tempat nakes bekerja, untuk memastikan cara cek penerima vaksin online sudah benar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan bahwa sebanyak 60 ribu tenaga kesehatan (nakes) di wilayah DKI Jakarta nantinya akan menjadi penerima vaksin tahap pertama. Proses vaksinasi sendiri akan dilakukan pada Jumat (15/1).

“Kami menyiapkan dulu 60 ribu nakes yang kita berikan suntikan di tahap awal ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti saat dihubungi, Rabu (13/1).

Widyastuti menuturkan untuk tahap awal ini, pihaknya mendapat jatah sebanyak 120.040 dosis vaksin untuk disuntikkan sebanyak dua kali kepada tiap individu.

Dengan jumlah tersebut, dari sekitar 131 ribu nakes di wilayah Jakarta, sebanyak 60 ribu di antaranya akan menjadi penerima vaksin di tahap awal.

Syarat Penerima Vaksin Covid-19

Jika Anda sudah termasuk orang yang terdaftar untuk menerima vaksin Covid-19 CoronaVac, Anda perlu mempersiapkan diri jelang vaksinasi dengan memenuhi 5 syarat berikut:

1. Tubuh yang sehat
Vaksinasi merupakan proses pemberian produk biologis untuk merangsang respons kekebalan tubuh. Karena berupa produk biologis dan efek yang diharapkan berupa respons kekebalan, maka syarat utama orang yang menerima vaksin adalah tubuh dalam kondisi sehat.

2. Tanpa demam
Kondisi tubuh demam sama sekali tidak boleh mendapatkan vaksin. Menurut Pemilik Rumah Vaksinasi Bogor, dr Tafdhila Rahmaniah, suhu tubuh harus stabil saat pemberian vaksin.

“Kalau demam perlu menunda vaksinasi. Kita enggak tahu itu demam karena apa, tunggu stabil,” katanya dikutip dari artikel Gaya Hidup CNNIndonesia.com, Rabu (13/1).

3. Usia 18-59 tahun
Dalam kasus vaksin Covid-19 Sinovac, vaksin ditujukan untuk orang berusia 18-59 tahun. Anak-anak juga lansia di luar kelompok usia tidak boleh mendapatkan vaksin.

4. Bukan penderita diabetes dan hipertensi
Mereka yang memiliki penyakit penyerta termasuk diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi.

5. Tidak memiliki penyakit autoimun
Khusus Covid-19, vaksin belum disarankan diberikan pada mereka yang memiliki penyakit autoimun, sebagaimana yang tercantum dalam rekomendasi dari PP Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni).

Alasannya, hingga kini belum ada riset terkait efektivitas vaksin terhadap penderita penyakit autoimun.

Itulah cara cek penerima vaksin online dan syarat untuk menjadi menerima vaksin CoronaVac pada periode pertama ini.

(cnn)

Pos terkait