China Blak-blakan, ‘Serangan’ Corona di Beijing dari Eropa

 29 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Jakarta,–  China telah merilis data genom untuk virus corona (COVID-19) yang ditemukan baru-baru ini di Beijing. Genom dirilis di saat kasus kluster baru Beijing terus naik mendekati 200 kasus pada Jumat (19/6/2020).

Menurut para pakar negara itu, temuan awal menunjukkan bahwa virus corona yang menyebar di Beijing dan pertama kali ditemukan di pasar Xinfadi, berasal dari Eropa. Namun, virus itu memiliki perbedaan dari virus yang saat ini menyebar di Eropa.

“Ini lebih tua dari virus yang saat ini beredar di Eropa,” kata Zhang Yong dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, sebagaimana dilaporkan AFP.

Zhang memuat hasil temuan itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh pengawas anti-korupsi Partai Komunis pada hari Jumat.

Wabah virus corona Beijing pertama kali diidentifikasi pada pekan lalu di pasar Xinfadi. Sementara itu virus ditemukan di papan potong yang digunakan untuk membersihkan salmon impor.

Sejak ditemukan hingga hari ini, sudah ada total 183 kasus infeksi corona di Beijing. Itu terjadi setelah pada Jumat wilayah itu melaporkan 25 kasus baru.

Pasca wabah kembali ditemukan, puluhan ribu orang di Beijing menjalani tes untuk mendeteksi penularan. Untuk mencegah penyebaran wabah, otoritas setempat juga telah mengunci (lockdown) sebagian wilayah di Beijing dan sekolah-sekolah ditutup.

Selain itu, pasar Xinfadi yang memasok lebih dari 70% produk segar Beijing, telah ditutup sementara.

Menurut Francois Balloux dari University College London, cepatnya penyebaran wabah mungkin terjadi karena telah ada transmisi lokal untuk beberapa waktu sebelum wabah diidentifikasi.

“Posisi mereka di daftar tidak bisa meyakinkan untuk menetapkan asal geografis ke garis keturunan. Mereka bisa berasal dari mana saja,” katanya di Twitter.

[cnbc]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *