14 dibaca,  2 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Tes virus corona dengan air liur tanpa usap atau “no swab” yang memungkinkan orang mengumpulkan sampel mereka sendiri di rumah dengan meludah ke dalam sebuah wadah sedang diujicoba di Inggris.

Lebih dari 14.000 staf dokter umum dan pekerja esensial lainnya, bersama dengan orang-orang yang tinggal bersama mereka, akan ambil bagian dalam uji coba itu.

Percobaan perdana, yang dipimpin oleh Southampton University, akan berjalan selama empat minggu.

Para ahli berharap tes air liur ini akan menjadi pilihan yang lebih mudah bagi orang-orang – melihat tes swab bisa jadi tidak nyaman bagi beberapa orang karena alat tes itu perlu masuk jauh ke hidung dan tenggorokan.

Tes air liur ini dirancang untuk mengidentifikasi apakah seseorang terinfeksi dengan virus corona.

Peserta uji coba, termasuk beberapa staf universitas dan mahasiswa, akan memberikan sampel air liur secara mingguan untuk pengujian di laboratorium.

Kit pengujian akan dikirimkan ke rumah atau tempat kerja mereka dan kemudian dikumpulkan oleh staf tim uji coba atau dikembalikan ke lokasi yang disepakati.

Uji air liur ini berpotensi menemukan orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala, namun masih berisiko menularkan penyakit kepada orang lain.

Percobaan ini adalah tambahan pengujian virus corona rutin yang sudah ditawarkan kepada staf kesehatan Inggris dan setiap orang dengan gejala Covid-19.

Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengatakan dia berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam uji coba:

“Tes air liur berpotensi memudahkan orang-orang untuk bisa mengambil tes virus corona di rumah, tanpa harus menggunakan alat tes swab. Percobaan ini juga akan membantu kita belajar, jika [dilaksanaka] rutin, tes di rumah bisa mendeteksi kasus-kasus [Covid-19] dengan lebih cepat. ”

Siapa pun yang dinyatakan positif Covid-19 akan diminta untuk melakukan isolasi sendiri untuk menghindari penyebaran infeksi.

Tes air liur yang mendeteksi bahan genetik virus dilakukan dengan teknik yang dikenal sebagai amplifikasi isotermal yang dimediasi loop (LAMP).

Para ahli mengatakan tes ini bisa lebih sederhana dan lebih cepat untuk dilakukan dibandingkan metode pengujian reaksi rantai polimerase (PCR) standar dengan metode swab.

Pada akhirnya, tes ini diharapkan memungkinkan orang-orang mengambil sampel di rumah dan mendapat hasil dalam waktu kurang dari satu jam.

Selain menguji coba tes air liur Optigene, tim Southampton sedang menjajaki tes virus corona berbasis air liur tanpa swab lainnya dengan beberapa perusahaan termasuk Chronomics, Avacta, MAP Science dan Oxford Nanoimaging. (BBC Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *