BeritaPolitik

Ganjar-Mahfud Keluarkan Jurus ‘Gaspol’ Sikat KKN Dan Angkat Derajat Orang Miskin Dalam Dialog Terbuka Muhammadiyah

Beno
×

Ganjar-Mahfud Keluarkan Jurus ‘Gaspol’ Sikat KKN Dan Angkat Derajat Orang Miskin Dalam Dialog Terbuka Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
SC: Youtube.

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Ganjar Pranowo, Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, menyebut, kemiskinan di Indonesia bisa dipangkas lewat pendidikan dan memberantas habis praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN).

Mewujudkan itu, Ganjar berjanji akan mencetak setidaknya satu sarjana dari setiap keluarga miskin, dan tak boleh ada korupsi anggaran demi pembangunan manusia Indonesia.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

“Kita melihat, bagaimana kita mengangkat derajat orang miskin melalui pendidikan. Satu keluarga miskin, satu sarjana. Insya Allah ini yang akan mendorong mereka lepas dari itu (kemiskinan),” kata Ganjar dalam ‘Dialog Terbuka’ di Universitas Muhammadiyah, Jakarta, dikutip Sabtu (25/11/23).

Ia menjelaskan, Negara harus hadir di dalam kehidupan setiap masyarakat sejak usia kanak-kanak.

“Kehadiran Negara di setiap kehidupan mulai anak-anak, ya. Pendidikan yang penting untuk membentuk karakter, lalu pendidikan karakter sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, Ganjar menegaskan bakal tancap gas untuk menghapus salah satu penyakit yang dinilai sangat melekat di Indonesia, yakni KKN.

“Angka harapan hidup. Insya Allah kalau jaminan itu ada, angka harapan hidup akan tinggi,” tuturnya.

“Istilah kami Gaspol. Gaspol itu kita dorong kita punya anggaran yang berlipat ganda, maka tidak boleh ada korupsi. Pajak dipermudah. Kita ‘s’-nya sikat KKN, karena ini yang menjadi penyakit di negeri ini,” tegas Ganjar.

Pada kesempatan yang sama, Mahfud MD, Calon Wakil Presiden (cawapres), menambahkan, penegakan hukum tidak akan tebang pilih dan tanpa ragu, akan menyikat golongan atas yang melanggar hukum.

“Penegakan hukum itu sudah kami rumuskan. Di atas itu sering terjadi kolusi antara pengusaha dan penguasa sehingga kalau orang kuat punya kasus, tuh, pokoknya nyuap sudah selesai,” kata Mahfud.

“Sementara orang bawah itu haknya dirampas secara sewenang-wenang. Oleh sebab itu, kita menggariskan ke [golongan] atas. Besok penegakan hukum tanpa pandang bulu untuk di atas, penegakan hukum dan kepastian hukum,” tegasnya.

Penulis: EdhaEditor: Beno