Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Bentrok FPI Hari Ini

  • Whatsapp
Komnas HAM akan mengumumkan hasil investigasi bentrok FPI-polisi Jumat (8/1). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JurnalPatroliNews – Jakarta, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengumumkan hasil penyelidikan terkait insiden bentrok personel kepolisian-anggota Front Pembela Islam (FPI) yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada hari ini, Jumat (8/1).

“Iya (diumumkan),” kata Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam kepada CNNIndonesia.com.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan agenda yang diterima CNNIndonesia.com, pengumuman itu akan berlangsung pukul 15.00 WIB dan berlangsung secara daring.

Komnas HAM diketahui sudah melakukan pelbagai upaya untuk menyelidiki insiden tersebut selama hampir sebulan belakangan ini.

Mereka juga mendalami bukti-bukti berupa 8.000 video dan foto yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Bukti-bukti itu, menjadi tahap finalisasi laporan akhir Tim Penyelidik Komnas HAM sebelum dibuat hasil rekomendasi akhir yang akan diumumkan ke publik.

Komnas HAM juga sudah memanggil berbagai pihak seperti kepolisian maupun dari pihak FPI untuk merampungkan hasil investigasi.

Pada Senin (4/1), Komnas HAM sudah rampung melakukan rekonstruksi insiden bentrok Polisi-Laskar FPI di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

Diketahui, bentrokan antara polisi dengan pengawal Rizieq Shihab itu terjadi di Tol Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari lalu. Dalam kejadian tersebut, enam anggota FPI tewas ditembak aparat kepolisian.

FPI sendiri telah dinyatakan dibubarkan oleh pemerintah pusat lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri bertanggal 30 Desember 2020. Imbas dari SKB itu, kegiatan organisasi FPI serta penggunaan atributnya pun dilarang pemerintah.

Dalam perkara bentrok di Tol Jakarta-Cikampek, Pihak Polda Metro Jaya mengklaim anggota FPI itu sempat mengeluarkan tiga kali tembakan saat bentrok dengan anggota.

Keterangan itu berbeda dari apa yang disampaikan pihak FPI. Eks Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan kepolisian telah melakukan fitnah terkait kepemilikan senjata api tersebut beberapa waktu lalu.

Pihak kepolisian sebelumnya juga sudah melakukan rekonstruksi kejadian di empat tempat kejadian perkara terkait insiden bentrokan tersebut pada Senin 14 Desember 2020 lalu.

(cnn)

Pos terkait