JurnalPatroliNews – Jakarta – Situasi lalu lintas di sekitar Markas Polda Metro Jaya mulai dari Jalan Gatot Soebroto hingga kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, berangsur normal setelah aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) pada Jumat (29/8).
Pantauan di lokasi pada pukul 20.45 WIB menunjukkan kondisi sudah cukup kondusif. Meski demikian, dua akses utama menuju Polda Metro Jaya melalui Gatot Soebroto dan Sudirman masih ditutup, sehingga masyarakat umum harus melewati pintu alternatif di kawasan SCBD dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.
Sejumlah fasilitas umum terlihat mengalami kerusakan akibat aksi massa. Halte Transjakarta Polda Metro Jaya hanya menyisakan puing terbakar, sementara prasasti di pagar Polda Metro yang berada di jalur Sudirman tampak rusak parah dengan tulisan yang rontok. Pos penjagaan di sekitar area tersebut juga dipenuhi coretan vandalisme.
Arus kendaraan bermotor dan mobil pribadi sudah mulai melintas di kawasan tersebut. Namun, akses menuju Tol Dalam Kota kembali ditutup, mengingat demonstrasi di depan Gedung DPR masih berlangsung.
Tidak hanya itu, Stasiun MRT Istora Mandiri tercatat belum bisa beroperasi karena mengalami kerusakan cukup parah, dengan pecahan kaca bertebaran di lokasi.
Pihak Transjakarta melaporkan sebanyak tujuh halte BRT hangus terbakar saat aksi unjuk rasa, di antaranya Halte Bundaran Senayan, Halte Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan, serta Halte Gerbang Pemuda. Selain itu, satu kontainer di kawasan Petamburan juga dibakar massa.
Tak hanya itu, terdapat 16 halte lain yang mengalami kerusakan dan vandalisme sepanjang aksi pada Jumat (29/8) hingga Sabtu dini hari.














