Kunjungan Kerja Ke Moskow, Prabowo Bertemu Wamenhan Rusia, RI Jadi Beli Sukhoi?

  • Whatsapp
ist

JurnalPatroliNews-Jakarta – Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo kembali melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia. Kunjungan ini merupakan yang pertama selepas pandemi virus corona (Covid-19) mulai menghantam dunia beberapa waktu lalu.

Sebagaimana dikutip dari akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan RI @Kemhan_RI, Prabowo menemui Wakil Menteri Pertahanan Rusia Colonel General Alexander Fomin di kantor Kemhan Rusia, Moskow pada Selasa (23/6/2020) waktu setempat.

Bacaan Lainnya

“Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membicarakan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, latihan bersama, serta kerja sama industri pertahanan,” tulis @Kemhan_RI

Lebih lanjut, @Kemhan_RI menulis Prabowo berada di Rusia dalam rangka memenuhi undangan Menhan Rusia Sergey Kuzhugetovich Shoygu untuk menghadiri Parade Ulang Tahun ke-75 Kemenangan Rusia terhadap Jerman pada Perang Dunia II tahun 1941-1945.

Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi membenarkan hal tersebut. Namun ia mengatakan pertemuan Prabowo dan wamenhan Rusia tidak spesifik membahas kelanjutan pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar.

“Umum saja kok,” kata Wahid via pesan singkat kepada media, Rabu (24/6/2020). Ia menambahkan jika Prabowo dan wamenhan Rusia berkomitmen meningkatkan kerja sama antar kedua negara di bidang militer.

“Keduanya berkomitmen untuk terus mempererat hubungan bidang pertahanan dan kerja sama teknik militer,” ujar Wahid.

Pada akhir Januari 2020 sebelum munculnya pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh bagian dunia, Prabowo sempat melakukan kunjungan kerja ke Rusia. Dalam kunjungan itu, Prabowo menemui Shoygu di kantor Kemenhan Rusia.

Dalam kunjungan kerja tersebut, tersiar kabar perihal rencana pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar mencuat. Namun rupanya kabar ini belum dibicarakan lebih lanjut pada pertemuan Juni ini.

Kemudian pada Mei lalu, tersiar kabar dari laman stasiun televisi milik Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, Rosoboronexport (perwakilan negara untuk ekspor/impor produk dan teknologi pertahanan Rusia) merilis informasi terkait Sukhoi Su-35.

Perusahaan tersebut meyakinkan mampu memenuhi kebutuhan Indonesia akan pesawat tempur multiguna tersebut. Tidak hanya itu, Rosoboronexport menjanjikan siap memenuhi apapun permintaan Indonesia terkait Sukhoi Su-35.

Dalam pemberitaan itu, Rosoboronexport turut menyinggung Amerika Serikat. Menurut mereka, upaya AS menekan negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk membatalkan akuisisi Sukhoi Su-35 tidak dapat diterima dan merupakan “manifestasi dari kompetisi yang tidak adil”. (lk/*)

Pos terkait