Mahasiswa Meepago Sebut Kami Mau Habis, Hentikan Otsus dan Gelar Referendum

 6,196 dibaca,  1 dibaca hari ini

Jurnalpatrolinews – Manokwari : Solidaritas Mahasiswa Meepago di kota studi Manokwari mendeklarasikan penolakan keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus), dan minta harus dilakukan referendum bagi bangsa Papua Barat. 

Koordinator lapangan Marselino Pigai dalam orasinya pada Kamis, (30/7/2020) kemarin mengatakan mestinya Otsus hadir untuk memberdayakan dan mensejahterakan rakyat, realitanya sampai saat ini rakyat sendiri sama sekali tidak tau arti Otsus itu sendiri. Justru Otsus hadir orang Papua makin berkurang bukan bertambah.

“Indonesia stop sudah. Kita mau habis, sebagai tulang punggung dan Agent Perubahan Bangsa west Papua. Dengan tegas kami Mahasiswa Meepago menolak Otsus berjilid-jilid di tanah Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Akulian B. Yeimo pengurus koorwil Paniai menyampaikan, 20 Tahun Otsus hadir, orang Papua hanya bisa mampu menjual pinang untuk menghidupi keluarga. Kata dia, Apakah ini yang namanya Otsus berhasil? Jadi Stop sudah dengan Otsus berjilid.
“Kami mau harus referendum. Negara harus dengar itu,” tegasnya.

Marselo berharap seluruh mahasiswa Papua di seluruh kota studi se-Indonesia dan Orang Papua yang merasakan Otsus Gagal maka segera melakukan penandatanganan dukungan Petisi Rakyat Papua (PRP).

Dia mengajak seluruh komponen rakyat Papua bergerak untuk memisahkan diri dan menentukan nasib kehidupan bangsa di atas tanah air West Papua.

Selain itu, Andi Boga pengurus korwil Dogiyai mengutuk para oknum yang mewakili atau mengatasnamakan orang Papua.

Baca Juga:  Mahasiswa Eksodus Minta 7 Tapol Papua di Kaltim Dibebaskan

“Kami menolak Kegiatan-kegiatan yang dilakukan para oknum yang mencari kepentingan sendiri. Dengan tegas mewakili suara rakyat Bangsa Papua dan nenek moyang, tulang belulang bangsa ini kami kutuk orang seperti itu,” tegasnya.

Pernyataan Sikap

Kami tidak menginginkan lagi tawaran-tawaran jakarta dalam bentuk kebijakan disain baru atau pun model lainnya. kami sudah cukup menderita karena dimarjinalkan, diintimidasi, dibunuh, harkat dan martabat kami dijatuhkan bahkan tidak ingin mendengar bahwa Kami Bangsa Bekulit Hitam, Berambut Keriting Pernah Hidup di  Atas Tanah Ini.

Maka berdasarkan UU OTSUS NO.21 tahun 2001 pasal 77 secara tegas kami mahasiswa MEEPAGO menyampaikan dan menyatakan sikap kami kepada pemerintah Jakarta dalam hal kepada Presiden Jokowi bahwa:

  1. Kami menolak kebijakan otonomi khusus jilid II yang di tawarkan Jakarta (pemerintah Indonesia).
  2. Kami mendukung penuh petisi penolakan Otsus  jilid II yang didorong semua organ di tanah Papua.
  3. Kami menolak segala bentuk perwakilan yang mengatasnamakan seluruh elemen masyarakat Papua. Maka dengan tegas kami meminta segera bubarkan tim Pansus Papua yang dibentuk tanpa putusan sebagai utusan rakyat Papua.
  4. Apabila pemerintah Indonesia tidak mengabulkan keempat pernyataan maka kami siap mendukung mogok sipil nasional di teritori west.   (suarapapua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *