Mantan Panglima TNI Dan Din Syamsuddin Duduk Sebagai Presidium KAMI, Marwan : KAMI Jabar Akan Deklarasi

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Jakarta,  Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Komite Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 Rochmat Wahab, serta Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin terpilih menjadi presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Demikian disampaikan Din saat dikonfirmasi rekan media seputar nama-nama dalam daftar pengurus KAMI yang beredar di media sosial. Menurutnya, kepengurusan KAMI yang sudah terbentuk sejauh ini baru di tingkat presidium dan komite eksekutif.

Bacaan Lainnya

“Masih dalam proses [pembentukan struktur pengurus]. Baru ada Presidium Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, [dan] Din Syamsuddin, dan komite eksekutif,” kata Din, Jumat (4/9).

Din membenarkan bahwa susunan anggota di jajaran Komite Eksekutif, sebagaimana yang telah beredar di media sosial di mana akan diisi tokoh-tokoh seperti Ahmad Yani, Hafid Abbas, Syahganda Nainggolan, Chusnul Mariyah, Jumhur Hidayat, Dian Fatwa, Adhie Masardi, dan Bambang Sutedjo.

Menurutnya, Komite Eksekutif KAMI masih kekurangan satu anggota lagi setelah pihaknya memindahkan mantan anggota DPD Marwan Batubara ke jabatan Koordinator Komite Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup.

“Selain Komite Eksekutif, yang lain belum final. Komite Eksekutif kurang satu orang,” ujarnya.

Sebelumnya, Marwan mengklarifikasi nama-nama pengurus gerakan KAMI yang beredar di media sosial. Namun begitu, ia tidak membeberkan nama-nama yang benar dan yang salah secara rinci. Marwan hanya mengaku bahwa dirinya benar menjadi penanggung jawab di Komite SDA dan Lingkungan Hidup.

“Mungkin ada yang betul, ada yang enggak,” kata dia, kepada rekan media, Kamis (3/9).

Marwan berkata bahwa daftar pengurus tersebut sebenarnya bukan untuk disebarkan ke publik. Ia pun mencurigai pihak tertentu telah menyebarkan daftar pengurus KAMI itu dengan niat yang tidak baik.

“Sebetulnya itu bukan untuk disebar ke luar, ada yang membocorkan dengan sengaja tapi mungkin bukan dengan niat baik yang kita khawatirkan,” katanya.

Marwan pun menyampaikan bahwa keberadaan KAMI seharusnya diartikan untuk melakukan koreksi karena lembaga yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap pemerintah sudah sangat menjadi bagian dari oligarki kekuasaan.

“Ini tanggung jawab moral juga, kita tidak boleh melihat ada penyelewengan kita diam,” ujarnya.

Selain itu, KAMI Jawa Barat juga akan melakukan deklrasi di Bandung pada Senin (7/9) mendatang. KAMI Jawa Barat juga sudah memiliki presidium. Mereka yang masuk dalam daftar pengurus KAMI antara lain, Radhar Tribaskoro, M. Rizal Fadillah, Syafril Sjofyan, Erry Nirbaya dan Robi Win Kadir. (lk/*)

Pos terkait