Muncul Lagi, Gatot Nurmantyo Berapi-api Bicarakan Korupsi

Foto: Gatot Nurmantyo./Net

JurnalPatroliNews, Jakarta – Lama tak muncul, kemarin, mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo nongol di Instagram. Kali ini, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu ngomongin soal korupsi. Di dunia maya, Gatot hidup lagi.

Ada dua video yang diunggah Gatot ke akun Instagramnya, @nurmantyo_gatot. Di caption-nya, dia tulis “Tidak Gentar! Tidak Ada Titik Kembali! Orasi Gatot Nurmantyo 76 Tahun Kemerdekaan. 1 Tahun KAMI”. Video ini diambil Gatot dari YouTube Refly Harun yang diambil pada acara 1 tahun KAMI.

Bacaan Lainnya

Video pertama berdurasi 15 menit, sedangkan video kedua berdurasi 7 menitan. Tampil dengan jas berwarna abu-abu bercorak hitam dengan kemeja putih dan celana panjang hitam, Gatot mengeluarkan keluh kesahnya. Suaranya datar, tapi di beberapa kesempatan sedikit meninggi.

Dalam orasinya, Gatot mengatakan, kehidupan bangsa dan negara saat ini menunjukkan distorsi dan disorientasi. Kehidupan nasional saat ini jauh dari nilai dasar dan cita-cita nasional.

“Sejak tahun lalu, sesungguhnya telah disampaikan dalam maklumat KAMI bahwa perkembangan terakhir perjalanan kehidupan bangsa dan negara menunjukkan adanya distorsi dan disorientasi kehidupan nasional dan nilai dasar dan cita-cita nasional,” ujarnya.

Sambil melihat kertas putih yang dipegangnya, Gatot menyebut penegakan hukum di Indonesia kian memburuk. Bahkan, Lulusan Akademi Militer tahun 1982 itu mencontohkan korupsi saat ini lebih buruk dibandingkan di era orde baru.

“Ketimpangan sosial demikian terasa. Perekonomian dalam kondisi memprihatinkan, meskipun dikatakan mengalami pertumbuhan, tapi realitasnya banyak orang susah mempertahankan hidup secara layak,” beber Gatot.

Karena itu, apa yang dituntut olehnya sangat relevan. Gatot menilai berbagai persoalan yang kian rumit masih terjadi di Indonesia. Penanganan pandemi tidak menunjukkan perbaikan bahkan tidak jelas.

“Singkatnya, 8 tuntutan KAMI yang disampaikan setahun lalu terbukti dan tidak hanya masih relevan, tapi menunjukkan kondisi yang lebih buruk dan lebih parah,” kritiknya.

Singkatnya, kata dia, pemerintah hingga hari ini masih meninggalkan berbagai persoalan sangat rumit dan berat. Dan, ini perlu penyelesaian secara serius dan butuh dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

Warganet pun ramai-ramai menanggapi unggahan Gatot. “Betul pak. Sekarang lebih parah. Kalo gak hukuman yang mampu bikin efek jera bakal lebih parah korupsinya. Negara bisa hancur karena korupsi,” tutur @KebauL. “Udah korupsi, terus hukuman para koruptor didiskon. Sempurna lah,” sindir @IbrahimMarew.

@rankphiliang menyinggung soal korupsi bansos. “Zaman Orde Baru belum pernah dana bansos rakyat kecil dikorupsi. Apalagi dilakukan seorang menteri,” kata @rankphiliang. “Fakta begitu pak,” sambar @ciangsex. “Terus rakyat harus bagaimana ya pak melihat ini semua,” tanya @HambaliGita.

Selain yang mendukung, ada juga yang menyerang balik Gatot. @RFauzy5 mengatakan, Orba juga banyak korupsinya.

“Tanpa Fakta, anda tidak akan kami dukung. Karena sudah menebar kebencian terhadap apa yang anda sendiri belum bisa buktikan. Selama diaudit. Tidak ada bukti Pak Harto korupsi karena era Pak Harto, hukum bagi koruptor bisa mati,” cecar @RFauzy5.

@agus_hendri menyinggung harta Gatot. “Pak @Nurmantyo_Gatot, saya sarankan sebelum berbicara tentang korupsi. Sebaiknya jelaskan terlebih dahulu perolehan harta bapak sekarang secara detail dan transparan agar jangan dijadikan counter attack oleh mereka. Saran saya ini berlaku juga untuk semua pejabat dan mantan pejabat,” cuitnya.

(wte)

Pos terkait