Ngeri! Ini 5 Fakta Usia 45 Tahun ke Atas Diminta Tak Keluar

  • Whatsapp
Ilustrasi

JurnalPatroliNews – Jakarta, Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta agar masyarakat berusia 45 tahun ke atas tak keluar rumah. Pasalnya, mereka memiliki kerentanan daya tahan tubuh yang berbeda dibanding golongan masyarakat yang lebih muda.

Ada beberapa dasar yang menjadi alasan Satgas meminta hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Berikut 5 faktanya:

1. 80% kematian akibat Covid-19 dari usia 45 tahun

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat dalam satu minggu terakhir angka kematian akibat Covid-19 mencapai 105 kasus atau meningkat hingga 25% dibandingkan periode sepekan terakhir. 80% kematian akibat Covid-19 disumbang dari kelompok berusia di atas 45 tahun.

“Kelompok usia ini harus menjaga kesehatan dan sebisa mungkin tidak berkegiatan di luar rumah dan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Jika terpaksa keluar rumah harus benar terapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Youtube Setkab.

2. Perlu Ingatkan Anak Agar Tidak Bawa Virus ke Rumah

Wiku mengingatkan kepada kelompok berusia produktif yakni rentang umur 19 hingga 45 tahun agar betul-betul memperhatikan interaksi sosialnya di luar rumah. Orang tua yang berusia di atas 45 tahun pun harus rajin mengingatkan. Pasalnya, bukan tidak mungkin kelompok ini membawa penyakit.

“Sebagai kelompok usia produktif dan mobilitas tinggi, serta frekuensi interaksi sosial juga tinggi berpotensi menjadikan mereka sebagai carrier yang bisa tularkan Covid-19 kepada keluarga kerabat atau kelompok orang yang rentan,” katanya.

“Kelompok usia ini harus benar-benar jaga diri dengan terapkan protokol kesehatan saat bekerja atau ketika keluar rumah. Dan saat tiba di rumah harus bersihkan diri sebelum berkomunikasi dengan kelompok usia rentan di rumah,” tegasnya.

3. Angka Kesembuhan Rendah, Hanya 33%

Dikutip pada Sabtu (19/9), kontribusi pasien sembuh Covid-19 cukup tinggi berasal dari kelompok umur 19 sampai 30 tahun. Kelompok umur ini mencatat angka kesembuhan sebesar 31,9%. Kemudian angka kesembuhan usia 19-30 tahun ialah sebesar 25,1%. Jika ditotal angka kesembuhan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah adalah sebesar 67%.
Sebaliknya, angka kesembuhan untuk masyarakat berusia 45-60 tahun adalah 23,4%. Yang lebih mengerikan, angka kesembuhan kategori usia 60 tahun ke atas hanya 9,6%. Sehingga total kesembuhan usai 45 tahun ke atas adalah 33%.

4. Rawan Terpapar, Sempat Diberlakukan Khusus

Pemerintah memberi perlakuan khusus terhadap masyarakat di golongan ini. Pasalnya, Menteri BUMN Erick Thohir sempat menerbitkan surat edaran kepada seluruh Direktur Utama BUMN No S-336/MBU/05/2020 tentang antisipasi skenario New Normal Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mulai 25 Mei 2020 seluruh karyawan BUMN yang berusia 45 tahun ke bawah mesti kembali masuk kantor. Sementara untuk karyawan dengan usia di atas 45 tahun masih menjalankan work from home.

“Karyawan usia di bawah 45 tahun masuk dan WFH untuk usia di atas 45 tahun sesuai batasan operasi,” demikian isi dokumen tersebut.

5. Konsisten Angka Kematian Tinggi

Kerentanan usia 45 tahun ke atas untuk terpapar virus bukan hanya terjadi saat ini. Sejak awal Mei lalu, angka kematiannya masih konsisten di kisaran 80%. Bahkan lebih besar lagi.

Dari grafik yang ditunjukkan, kelompok usia yang dominan meninggal akibat Corona terbagi menjadi dua, yakni 46-59 tahun (39,6 persen) dan di atas 60 tahun (45,2 persen). Jika ditotal berjumlah 84,8 persen (pembulatan menjadi 85 persen).

Dari aspek gender, Wiku mengatakan 60 persen pasien positif COVID-19 merupakan laki-laki. Menurutnya, dengan jumlah tersebut, laki-laki dianggap lebih rentan terkena virus Corona dibanding perempuan.

“Kalau kita lihat ternyata sekitar 60 persen itu yang positif adalah berjenis laki-laki, laki-laki lebih rentan. Sekitar 40 persen adalah perempuan dan ini adalah gambaran nasional,” ujar Wiku.

(cnbc)

Pos terkait